Dinilai Tak Layak, KM Kalimas Tetap Jalan

0
1230
KAPAL KM Kalimas Utama saat bersandar untuk mengangkut barang dan penumpang ke pulau-pulau. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

Keterbatasan sarana transportasi laut khususnya diwilayah perbatasan sangat ironis sekali. Seperti halnya kapal KM Kalimas Utama yang seharusnya hanya memuat barang namun dipaksakan membawa penumpang dengan alat keselamatan yang sangat minim.

NATUNA – Kapal tersebut, selayaknya tak membawa penumpang antarpulau. Karena dengan cuaca wilayah Natuna cukup ekstrim, bisa berakibat sangat fatal bagi para penumpangnya.

Anehnya, pejabat otoritas pelabuhan tetap saja membiarkan kapal berjenis kargo itu tetap mengangkut penumpang.

kepala Syahbandar Ranai Liber saat dikonfirmasi terkait beralasan layak atau tidaknya KM Kalimas Utama mengangkut penumpang mengatakan, keterbatasan armada transportasi laut khususnya di kabupaten Natuna masih sangat minim terlebih di saat musim arus mudik maupun arus balik.

”Kita tidak bisa berbuat banyak, dengan keterbatasan transportasi laut di Natuna. Dengan adanya KM Kalimas ini para penumpang terpaksa harus naik daripada tidak bisa kembali kekampung halaman,” ucap Liber kepada sejumlah awak media, Senin (21/5) pagi.

Ia mengaku, bahwa jumlah penumpang yang naik KM Kalimas terlihat cukup padat, namun semuanya itu tanggung jawab Kapten Kapal. ”Kita tidak kewenangan dalam menentukan kapasitas penumpang, dan barang yang dibawa oleh KM Kalimas. Karena semua itu tanggung jawab kapten kapal yang tahu persisnya. Sampai sekarang manifes dari kapten kapal belum kita terima,” ujar Liber.

Sementara, Kapten kapal KM Kalimas Utama saat dikonfirmasi awak media tidak bisa ditemui sampai berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kapal. Berdasarkan pantauan koran ini di lapangan, jumlah penumpang yang naik KM Kalimas tujuan Pontianak sudah over kapasitas dan tidak ada ruang untuk bisa tidur.

Namun, tetap saja kapal tersebut memaksakan untuk tetap berjalan. Selain itu, ketika menaiki ke ruang anjungan tidak terdapat peralatan navigasi kapal yang layak operasi.

Menurut beberapa penumpang, sang kapten hanya bermodalkan radio panggil dan kompas seadanya karena telah terbiasa melalui rute pulau-pulau.

Ali, warga Tanjungpinang yang pernah melihat lihat kapal yang sama namun bernama KM Terigas 3 yang mengangkut penumpang untuk wilayah pulau menyebutkan, kapal seharusnya dilarang mengangkut penumpang.

Kondisi kapal lebih banyak barang ketimbang sarana penumpang yang layak. ”Selama ini, penumpang yang menaiki kapal ini tidur di atas pintu palka kargo barang di bagian depan dengan bertutupkan terpal,” katanya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here