Dinkes Bakal Gelar Imunisasi Campak

0
31
Salah satu tenaga medis dari Dinkes Tanjungpinang melakukan imunisasi ke pelajar. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sebagai upaya memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan usia 15 tahun di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri.

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang bekolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan GAVI CESAP, menggelar acara Advokasi, Sosialisasi dan Koordinasi Kampanye Introduksi Vaksin Measles Rubella (MR), di Hotel Aston Tanjungpinang, bar-baru ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan pemberian imunisasi MR tersebut dilaksanakan beberapa tahap, yakni untuk tahap pertama pemberian vaksin pada bulan Agustus 2018.

Yakni, pada sekolah yang terdiri dari SMP/MTs berjumlah 34 sekolah dengan jumlah sasaran 11.811 anak, SD/MI sebanyak 79 sekolah dengan jumlah sasaran 25.330 anak dan TK/PAUD sebanyak 129 sekolah dengan jumlah sasaran 4.781 anak.

Sementara tahap kedua, pemberian vaksin akan dilakukan pada bulan September 2018 yang terdiri dari Posyandu/Posbang sebanyak 160 posyandu dengan jumlah sasaran 13.961 anak serta anak usia 7-15 tahun yang tidak bersekolah sejumlah 148 anak.

Dalam kampanye MR ini, sasarannya adalah anak laki-laki dan perempuan pada usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. ”Dari hasil pendataan Dinas Kesehatan, jumlah sasaran anak-anak yang mendapatkan imunisasi MR sebanyak 56.031 anak.

Rustan menambahkan, pemberian vaksin di Kota Tanjungpinang akan dialksanakan 2 tahap, yakni tahap pertama pada bulan Agustus dengan sasaran pemberian vaksin ke sekolah-sekolah di Kota Tanjungpinang, dan tahap kedua pada bulan September dengan sasaran yang difasilitasi dari posyandu, puskesmas dan Rumah Sakit.

Sementara itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, H. Raja Ariza, mengatakan MR merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, melaui kegiatan kampanye ini.

Oleh sebab itu, dirinya mengharapkan agar seluruh lapisan masyarakat ikut berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut, supaya penyakit campak dan sindroma rubella berhasil dieliminasi.

”Dalam pencegahan virus campak dan rubella ini, tentu kita memerlukan sumber daya manusia yang benar-benar paham, logistik terpenuhi, dan yang paling penting adalah dukungan dan peran aktif seluruh lintas sektoral, lintas program maupun untuk masyarakat. Dengan demikian, semua anak mendapatkan imunisasi MR dan Kota Tanjungpinang bebas campak dan rubella,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here