Dinkes Batam dan Polda Bagikan Ribuan Masker

0
111
DINAS KESEHATAN Batam saat membagikan masker dalam mengurangi dampak asap di jalan di Batam, Sabtu (14/9). F-ISTIMEWA
Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam dan Polres Barelang, membagikan masker untuk membantu pengendara, mengurangi dampak kabut asap kiriman dari daerah lain.

BATAM – Total masker yang didistribusikan sore dan malam, Sabtu (14/9) oleh Dinkes, sekitar 4 ribu buah. Dinkes melakukan pembagian di Simpang Batu Besar, Simpang Sei Harapan, Simpang Barelang, Simpang Baloi BCS, Simpang Batu Ampar dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Didi Kusmarjadi, Minggu (15/9) mengatakan, pihaknya membagikan masker kepada pengendara sepeda motor di Batam. Mereka memilih lampu merah sebagai tempat pembagian masker.

”Kita bagikan sekitar 4 ribu masker. Kita bagi masker setelah mendapat data soal pencemaran udara. Makanya kita segera membagikan masker ke lokasi-lokasi lampu merah,” kata Didi.

Disampaikan, pembagikan masker dilakukan Dinkes bersama semua petugas dari Puskesmas di Batam. ”Semua puskesmas turun di wilayah kerjanya untuk membagikan masker. Kita juga dibantu Kapolsek dan anggotanya. Ini asap kiriman dari karhutlah di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan,” bebernya.

Diakui, untuk tingkat pencemaran udara akibat Karhutlah ini kita memakai indeks standar pencemaran udara (ISPU) dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH). Dari pantauan beberapa hari ini, kondisi angka ISPU stabil di bawah 100.

”Artinya kondisi udara masih aman untuk kesehatan. Angka yang didapat sore kemarin, 14 September 2019, hasil pengecekan BTKL Kemenkes, kadar ISPU yg Perumahan Baloi Kolam, didapatkan angka ISPU 150 lebih . Artinya kondisi udara tidak sehat,” bebernya.

Sementara Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol S Erlangga kini membentuk posko penanggulangan kabut asap. Kabut asap yang dirasakan beberapa hari belakangan ini di berbagai daerah di Provinsi Kepri tidak terkecuali Kota Batam, mendorong Polda Kepri dan jajaran Polres dan Polresta bekerjasama dengan pihak terkait seperti Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas-puskesmas, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) membentuk posko kesehatan dampak Karhutla.

”Posko Kesehatan tersebut menyiapkan masker, oksigen dan ambulan yang siap mengantar dan menjemput masyarakat yang terkena dampak dari kabut asap,” katanya.

Satuan tugas ini memberikan layanan cepat tanggap, apabila kualitas udara di Provinsi Kepri semakin memburuk.

”Bersama bahu membahu dan saling bersinergi dalam penanggulangan dampak kabut asap tersebut dan Untuk saat ini kualitas udara sendiri terutama di Kota Batam masih dalam batas normal,” terangnya.

Polda Kepri juga menghimbau kepada masyarakat untuk melindungi diri dari dampak buruknya kabut asap. Di antaranya, selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kemudian, minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering, kurangi aktivitas di luar rumah. Juga segera ke sarana pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami kesulitan bernafas atau ganguan pernafasan lainnya.

”Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), cuci bersih dan masak makanan dengan baik. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya,” bebernya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here