Dinkes Bintan Bangun Lima Pojok TB

0
532
PANPLET GERMAS: Wabup Bintan H Dalmasri Syam berfoto di panplet Germas, usai senam sehat bersama, Kamis (27/8) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

Sukseskan Germas, Wabup Ikut Senam Sehat

BINTAN – DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan akan membangun tempat karantina bagi penderita TBC atau yang biasa disebut dengan pojok TB, di lima Puskesmas pada tahun ini. Upaya itu merupakan bagian dari gerakan masyarakat hidup sehat (germas) serta peningkatan pelayanan di Puskesmas dan RSUD Bintan. Kepala Dinas Kesehatan Bintan dr Gamma Isnaeni menyebutkan, di Bintan ada 15 Puskesmas dan 1 RSUD.

Masing-masing Puskesmas dan RSUD disiapkan pojok TB. Hanya saja, saat ini kondisi pojok TB itu hanya disediakan tempat dan satu kasur, untuk pasien penderita TBC. ”Ya, kita akan bangun lima pojok TB di Puskesmas. Rencananya di Puskesmas Teluksasah, yang disidak anggota dewan Bintan lalu. Kemudian, dibangun di Tanjunguban, Teluk Sebong, Kawal dan Kijang,” ujar dr Gamma menjawab Tanjungpinang Pos, baru-baru ini.

Untuk meningkatkan kesehatan daerah, Pemkab Bintan dan DPRD Bintan menggelar senam bersama di halaman pusat pemerintahan Bandar Seri Bentan, Kamis (27/7) pagi kemarin. Kegiatan senam bersama itu dihadiri Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Kadinkes Bintan, pimpinan OPD dan pegawai.

”Jangan cuma senam seperti ini saja. Di rumah pun kita bisa melakukan hidup sehat. Gerakkan badan untuk berolahraga paling tidak 30 menit, di pagi hari. Program Germas ini dimulai dari kita, ajak keluarga, kemudian kita contohkan kepada masyarakat sekitar kita,” tutur Dalmasri

DBD Bintan Turun
Hingga semester pertama 2017, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSUD mengalami penurunan. Namun, harus diwaspadai. Ranti, Humas RSUD Tanjunguban mengatakan, jumlah pasien penderita DBD sampai akhir Juni 2017 sebanyak 61 kasus, rata-rata setiap bulannya sebanyak 9 hingga 11 kasus.

Jumlah itu turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 lalu, yang mencapai 105 kasus dan total pada tahun 2016 tersebut sebanyak 212 kasus. ”Berkurang sebanyak 40 persen lah. Kalau 2016 lalu rata-rata sebanyak 17 sampai 18 orang, tahun ini hanya 9 sampai 11 pasien saja,” ungkapnya.(yendi – jendaras)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here