Dinkes Didesak Batasi Penjualan Obat Batuk

0
903
BERSERAKAN: Bekas kemasan obat batuk merek komix berserakan di salah satu tempat di Karimun. Diduga kuat disalah gunakan anak-anak remaja di Karimun.f-dokumen/tanjungpinang pos

Karimun – SAHABAT Anak Indonesia (SHI) Karimun mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk membatasi penjualan obat-obatan.

Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan di kalangan anak remaja serta anak jalanan. Caranya, dengan membuat edaran larangan kedai atau toko menjual obat-obatan tanpa izin dari Dinas Kesehatan.

”Sepengetahuan kami, yang dibenarkan menjual obat obatan, apapun namanya adalah toko obat atau apotek yang memiliki izin dari Dinas Kesehatan setempat. Artinya kedai biasa, toko dan supermarket dilarang menjual obat obatan, seperti pereda nyeri, sakit gigi, demam dan obat batuk dan yang lainnya,” kata Aktivis SAI Karimun, Linda kepada Tanjungpinang Pos, Senin (6/3).

Baca Juga :  Melalui Kedai Kopi, Kapolres Tampung Aspirasi

Dinkes Karimun harus membuat edaran ke seluruh kedai, toko, minimarket untuk tidak menjual obat-obatan, kecuali mendapat izin dari dinkes. Dalam surat edaran harus disebutkan sanksi jika ada yang melanggar ketentuan tersebut.

Untuk apotek tidak dibenarkan menjual obat kepada pembeli yang masih di bawah umur, kecuali berdasarkan surat dokter.

“Dan pembelian dengan jumlah banyak harus dipertanyakan untuk apa,” kata Linda.

Kepada orang tua ia mengingatkan, untuk memperhatikan pergaulan anak. Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi mengaku belum membuat surat edaran.

Baca Juga :  Pertamina Didorong Bangun Depo

Nanti surat edaran akan disampaikan melalui seluruh puskesmas dan diteruskan kepada seluruh toko dan tempat lainnya untuk disosialisasikan. Ia mengakui, ada penyalahgunaan obat-obatan terutama obat pereda batuk.(ALRION)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here