Dinkes Dorong Pemanfaatan Obat Keluarga

0
44
Salah satu tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang memppraktekan sistem Akupressure. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang terus mendorong berkembangnya kelompok asuhan mandiri pemanfaatan tanaman obat keluarga dan Akupressure

Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam usai membuka pertemuan pengobatan tradisional di Puskesmas Tanjungpinang, Selasa (9/4).

Pertemuan diikuti sekitar 100 orang terdiri dari Kelompok Asuhan Mandiri Sirih Merah, 10 orang, Kelompok Asuhan Mandiri Temulawak, 10 orang, Kelompok Asuhan Mandiri Lempuyang, 10 orang, kader Posyandu Balita 39 orang, kader posyandu lansia 11 orang, kader posbindu empat orang dan kader PKK Kelurahan 16 orang. Sedangkan narasumber dalam pertemuan tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Sentra Pengembangan dan Pemanfaatan Obat Tradisional, Dinkes Kota dan Puskesmas sendiri

Menurut Rustam, pemanfaatan tanaman obat keluarga terus didorong perkembangannya karena beberapa hal. Diantaranya, harganya murah, menghindari resistensi, melestarikan warisan leluhur, bisa disusun untuk memperindah lingkungan.

”Terbukti bermanfaat untuk kesehatan dan bila dikembangkan dengan baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya, kemarin.

Kata dia, demikian halnya dengan akupresure dapat diterapkan di lingkungan keluarga untuk meningkatkan kebugaran dan mengatasi masalah masalah kesehatan yang ringan.

Seperti demam, batuk pilek, sulit tidur dan sebagainya. Di Tanjungpinang, sambung dia sudah memiliki tiga kelompok asuhan mandiri toga dan Akupressure yang aktif yaitu sirih merah, temu lawak dan lempuyang.

”Mereka sudah memiliki produk yang bernilai ekonomis. Seperti kripik sirih, berbagai jenis jamu kesehatan dan jus sereh,” ujarnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here