Dinkes Kumpulkan Mi Asal Korea

0
693
CEK SWALAYAN: Petugas menunjukan mi instan buatan korea yang ada di swalayan. Hanya saja, yang beredar ini tidak masuk katagori yang dilarang. f-ist/dinkes tanjungpinang

Ada empat mi instan asal Korea yang teridentifikasi mengandung babi. Yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang atau produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen. Keempatnya tidak ditemukan di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Warga Kota Tanjungpinang diminta hati-hati saat membeli mi terutama bagi umat Islam. Senin (19/6), Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menurunkan tim langsung mengecek satu-satu mi impor ke beberapa swalayan di Tanjungpinang. Dalam sidak itu, petugas tampak konsentrasi ke sejumlah mi nstal asal korea.

Meski tidak seluruh mi instan dari korea yang dilarang, namun setiap produk korea menajdi atensi. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Pendidikan dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, sesuai surat edaran dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito ada empat mi yang mengandung minya babi harus ditarik dari peredaran. Keempat mi instan yakni Samyang, Nongshim, Samyang, dan Ottogi.

Baca Juga :  Ratusan Pengungsi Minta Dipindahkan

”Kita tidak boleh kecolongan. Saya turunkan pengawasan produk mi asal Korea yang dicurigai mengandung babi,” kata Rustam, kemarin
Kata dia, tim kesehatan melakukan pengecekan ke sejumlah toko dan swalayan untuk memastikan ada tidaknya produk mi yang diduga mengandung babi tersebut.

”Ternyata produk yang di minta ditarik dan tak boleh beredar bukan hanya 4 nomor pendaftaran sebagaimana disebut dalam Surat BPOM nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tetapi juga 15 nomor pendaftaran yang telah dicabut sebagaimana Surat keputusan BPOM nomor HK.04.1.51.01.17.0023 tanggal 4 Jnuari 2017 sebagai mana terlampir,” kata Rustam. Mantan Pejabat Provinsi Kepri ini, menambahkan dari hasil sidak dan pemantauan ternyata produk yang ditarik tersebut sampai siang ini (kemarin, red) belum ditemukan di pasaran. Ada produk sejenis tetapi nomor pendaftaran dan importirnya berbeda dan bukan merupakan produk yang dilarang beredar SK Pencabutan PT Korinus

Baca Juga :  Jalan Rusak Sering Dilalui Gubernur

Kata Rustam, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito meminta seluruh balai di daerah bergerak turun ke lapangan untuk mencabut produk mi asal Korea Selatan yang mengandung babi. Penarikan produk supaya lebih melindungi masyarakat. BPOM belum bisa memastikan wilayah peredaran empat produk mi Korea di Indonesia. Karena BPOM masih menunggu laporan dari balai-balai di seluruh Indonesia. BPOM.

Keempat produk mengandung babi tersebut, yakni mi instan Samyang rasa U-Dong, mi instan Samyang rasa Kimchi, mi instan nongshim varian shin ramyun Black, dan Mi Instan Ottogi varian Yeul Ramen. Keempat produk ini diimpor oleh PT Koin Bumi. Kata Rustam, Balai POM di seluruh Indonesia sudah diinstruksikan untuk melakukan penarikan produk dari peredaran apabila masih ditemukan di pasaran.

Baca Juga :  Lanud RHF Berbagi Dengan Lansia

Target pemantauan meliputi importir, distributor, toko, supermarket, hipermarket, pasar tradisional, atau sarana distribusi retail produk pangan lainnya. Surat BPOM Nomor IN.08.04.532.06.17.2432 tertanggal 15 Juni 2017, menyatakan, berdasarkan hasil sampling dan pengujian terhadap mi instan asal Korea, beberapa produk menunjukkan hasil positif (+) mengandung fragmen DNA spesifik babi namun tidak mencantumkan peringatan ”Mengandung Babi” pada label.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here