Dinkes Masih Temukan Stunting

0
59
PETUGAS Posyandu dan Staf Puskesmas Meral Barat melakukan pengukuran pertumbuhan tinggi pada anak balita. f-istimewa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, masih menemukan pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan umur. Hal ini membuat stunting diturunkan pada tahun 2019.

KARIMUN – Sehingga, tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya pada tahun lalu.

Dinkes Karimun telah menyiapkan standar pelayanan minimal, sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Karimun.

Di dalam SPM ada disebutkan, pelayanan maksimal terhadap bayi yang baru lahir sampai dengan seribu hari masa pertumbuhan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi, Kamis (14/2).

Atas dasar itu, bersama dengan Kader Posyandu berusaha menurunkan angka stunting di Kabupaten Karimun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan tentu saja, memberikan makanan tambahan.

Misalnya, kepada ibu hamil yang datang ke posyandu. Bahkan, setelah melahirkan bayi juga harus rutin di bawa ke posyandu sehingga bisa diketahui perkembangannya.

Permasalahannya, masih banyak ibu hamil yang tidak mau datang ke posyandu. Maka perkembangan kandungan ketika hamil, dan juga pasca melahirkan tidak dapat diketahui.

Dampaknya pertumbuhan tinggi bayi tidak normal, mski usianya bertambah namun tinggi badan tidak bertambah. Ini yang disebut dengan stunting, bahkan hal ini sering tidak disadari oleh orangtua.

Program mengurangi stunting di Kabupaten Karimun, memang merupakan program pemerintah.

Hanya saja, tetap harus ada feedback atau dukungan dari masyarakat.

Program imunisasi nasional pada tahun lalum, dan Dinkes bersama Puskesmas dan Posyandu sudah berusaha maksimal namun pada akhirnya tidak dapat mencapai target.

”Dinkes telah berupaya dengan berbagi metode, cara agar orang tua mau atau bersedia menyuruh dan membawa anaknya untuk imunisasi,” tutur Rahmadi. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here