Dinkes Nyatakan Takjil Masih Aman

0
97
Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam di ruang kerja nya.

TANJUNGPINANG – Tim yang dibentuk Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang belum menemukan tambahan bahan berbahaya di dalam makanan atau takjil yang dijajakan masyarakat di bulan Ramadan atau puasa ini. Tim sudah melakukan ujicoba untuk 70 janis makanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan, antisipasi tetap perlu dilakukan dengan dibentuknya tim untuk turun ke lapangan melakukan pantauan.

Ia menuturkan, selama Ramadan ini, dua tim nya sudah turun ke dua lokasi yaitu Jalan Pemuda dan Jalan Sumatera.

Dituturkannya, kelompok Jalan Pemuda meliputi daerah tersebut, selain itu, Batu 5, Engkau Putri dan Pramuka. Serta Jalan Sumatera lokasi tersebut tepatnya Jalan Bali, Pasar, di Belakang KFC Temiang, Meja 7 serta beberapa lainnya.

Ia menuturkan, rencananya timnya, hari ini, Senin (13/5) sore akan turun ke lokasi jajakan makanan di Batu 9 yang meliputi kawasan itu hingga ke Ganet.

“Sampai hari ini kami belum menemukan tambahan bahan berbahaya di takjil maupun makanan lainnya. Kami tidak menutupi, tapi temuan di lapangan belum ada sampai saat ini,” ucapnya.

“Selama ini memang belum ada menemukannya. Tim yang turun bukan hanya Dinas Kesehatan saja, ada pihak lainnya,” ucapnya lagi.

Sistem pemeriksaan yang dilakukan sederhana, yaitu meneteskan zat kepada makanan. Bila ada perubahan warna maka berindikasi mengandung beberapa bahan terlarang. Diantaranya borak, formalin dan rhodamin serta lainnya.

Menurutnya, bahan tambahan yang digunakan masyarakat masih kategori aman. Diantaranya pewarna makanan dan ada juga menggunakan induk gula, masih kategoti aman meskipun sebenarnya tidak disarankan. Khususnya kepada konsumen anak-anak.

“Boleh, tetapi tidak disarankan menggunakan induk gula,” ucapnya.

Selain itu, Rustam menuturkan masih menemukan pedagang yang menjual air menggunakan es batu yang airnya tidak dimasak terlebih dahulu sebelum dibekukan.

“Masih ditemukan di lapangan, ini yang perlu diantisipasi dan diberikan penjelasan atau sosialisasi. Sedapat mungkin pedagang menggunakan es batu yang dimasak terlebih dahulu. Bila membeli maka memastikan sumbernya,” tuturnya.

Selain itu, kepada para pedagang, pihaknya berpesan sampahnya dibuang pada tong sampah yang tertutup. Menghindari pencemaran lingkungan sekitar dan membuat banyak lalat.

Serta tak kalah penting, bagi pedagang dan pembeli, mengambil makanan atau takjil yang dijual harus menggunakan alat. Diantaranya penjepit atau alas tangan serta lainnya.

“Jangan langsung menggunakan tangan, harus ada alatnya jadi tetap bersih,” tuturnya.

Ia menuturkan, pihaknya sudah mengambil sekitar 70 sampel makanan, belum ditemukan indikasi bahan tambahan makanan berbahaya.
Menjelang Lebaran, pihaknya juga biasanya memeriksa bumbu giling yang dijual di pasar.

“Nanti juga kita pantau, apakah tersendiri atau sekaligus pengecekan bumbu di pasar,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here