Dipecat, Kades akan Gugat Bupati

0
1041
AKSI solidaritas masyarakat di Kantor Bupati Lingga terkait pemecatan kepala desa. F-TENGKU/tanjungpinang pos

Puluhan masyarakat mengatasnamakan Aksi Solidaritas Empat Desa mendatangi Kantor Bupati Lingga setelah ada pemecatan empat orang Kepala Desa oleh Bupati Lingga H Alias Wello, Rabu (2/5).

LINGGA – Maksud kedatangan masyarakat ini untuk mempertanyakan alasan pemberhentian sementara empat kepala desa yakni Kepala Desa Limbung dan Desa Teluk di Kecamatan Lingga Utara.

Kemudian, Kepala Desa Kerandin dan Desa Pekaka di Kecamatan Lingga Timur. Para pengunjuk rasa menuding, alasan Bupati Lingga memberhentikan sementara secara sepihak tanpa didasari aturan yang jelas.

”Apa dasar bupati mengambil kebijakan memberhentikan kepala desa. Jangan hanya karena kepentingan pribadi, atau kelompok merusak tatanan pemerintah di bawahnya,” kata Aziz Martindaz, koordinator unjuk rasa.

Ia menjelaskan, Bupati Lingga harus segera mencabut Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara empat kades tersebut dalam wakti 24 jam.

Baca Juga :  Awe Ingin Serapan Anggaran 93 Persen

Jika tidak ditanggapi ia, maka bersama masyarakat empat desa akan melakukan gugatan ke PTUN atas SK yang dikeluarkan. ”Masyarakat juga siap melakukan boikot, dan menolak setiap agenda Pemda yang dilakukan wilayah desa itu jika tidak diselesaikan secara cepat,” kata Aziz.

Menurutnya, Bupati Lingga Alias Wello telah menzalimi keempat kepala desa yang telah diberhentikan. Sebab, Kepala desa dipilih olehmasyarakat melalui Pilkades sesuai aturan yang berlaku.

”Kepala Desa kami sudah terzalimi. Mau jadi apa Kabupaten ini, dengan selebaran kertas bisa memberhentikan Kades,” sebutnya.

Sayangnya, Bupati Lingga maupun wakil bupati tidak bersedia menemui para pengunjuk rasa. Aksi yang dikawal puluhan personel aparat kepolisian dari Polres dan Polsek. Tanggapan dari Kasatpol PP yang menemui pengunjuk rasa ditolak, karena dinilai tidak memiliki hak ataupun kewenangan untuk menjawab pernyataan dari bermacam tuntutan aksi itu.

Baca Juga :  TNI AL Amankan 20 Karung Pasir Timah

Pengunjuk rasa membubarkan diri setelah memberikan tuntutan untuk disampaikan kepada Bupati Lingga. Sementara itu, Bupati Lingga saat ini sedang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

Empat orang kepala desa di wilayah Kecamatan Lingga Utara dan Lingga Timur yang diberhentikannya untuk sementara waktu, karena melanggar larangan sebagai kepala desa untuk menempuh jalur hukum.

”Silakan saja. Ini negara hukum dan kita semua sama di mata hukum, tanpa terkecuali. Bila ada pihak yang merasa dirugikan, termasuk empat orang kepala desa yang mengalami pemberhentian sementara itu, silakan tempuh jalur hukum,” tegas Awe.

Baca Juga :  Yachter Wonderful Sail II Tiba di Lingga

Menurut Awe, tindakan pemberhentian sementara untuk keempat kepala desa itu sudah melalui proses yang panjang dimulai dengan surat peringatan pertama (SP-1) hingga surat peringatan kedua (SP-2) dari atasannya masing–masing yakni Camat Lingga Utara dan Camat Lingga Timur. Namun, kedua surat peringatan tersebut tak digubris oleh mereka.

”Berdasarkan Pasal 58, Perda Kabupaten Lingga Nomor : 6 tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Pasal 8 ayat (2) huruf (d) Permendagri Nomor : 66 tahun 2017, disebutkan kepala desa yang melanggar larangan dapat dilakukan tindakan pemberhentian sementara melalui keputusan bupati,” imbuhnya. (TENGKU)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here