Dipercayai Sembuhkan Rematik dan Stamina

0
1542
OLAH BATU AKIK: Kadir saat mengolah batu akik Tourmalin untuk dijadikan gelang dan lainnya. f-yoan/tanjungpianng pos

Kursi Tourmaline Dabo, Jadi Idaman Pejabat Elit

Meski demam batu sudah usai, namun hal tersebut tidak berlaku kepada Tourmaline, salah satu jenis batu asal Lingga. Terbukti batu endemik Dabosingkep ini terus menebar pesona hingga menjadi idola elit pejabat.

DABOSINGKEP – Pada dasarnya Tourmaline adalah nama gemologi untuk kelompok penting dari mineral boron silicate. Batu Tourmaline (atau Turmalin, red) merupakan batu langka yang hanya terdapat di beberapa belahan dunia seperti di Brazil, California, Afganistan, Pakistan, Srilanka, Afrika Timur, Rusia, dan Madagaskar. Sukurnya untuk di Indonesia, Dabosingkep dan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah yang berperan penting terhadap batu dengan segudang manfaat ini.

Dari ragam literatur, namanya diduga berasal dari bahasa Sinhala, “Turamali”, yang artinya “Batu dengan berbagai warna”, mengacu pada keanekaragaman warnanya yang dimilikinya. Tourmaline juga diduga kuat pertama kali digunakan sebagai batu permata sekitar tahun 1500-an. Di dalam setiap bongkahan Tourmaline mengandung kaya mineral boron silicate seperti, aluminum, besi, magnesium, sodium, lithium, tembaga, dan potassium.

Kandungan tersebutlah yang menurut beberapa kali tes ilmiah, mampu mendatangkan manfaat bagi tubuh sang memakainya. Adalah Kadir (33) pria asal Dabosingkep Kabupaten Lingga ini mengaku kepada Tanjungpinang Pos sudah 3 tahun lamanya menjadi kreator batu Tourmaline khas Dabosingkep.
Alih-alih dibuat sebagai batu cincin, Kadir justru mengubahnya menjadi ragam kreasi perhiasan lainnya, seperti kalung, gelang, tasbih hingga kepada kursi santai yang bertahtakan ratusan tourmaline sebagai kursi khusus untuk terapi seluruh tubuh.

Baginya, demam batu yang sudah mereda bukanlah kendala untuk terus membuat dapur rumahnya berasap. ”Alhamdulillah, sekarang hasil produksi sudah sampai kemana-mana,” kata dia sambil menyebut negara Malaysia, Singapura dan Jakarta sebagai lokasi pengiriman yang tidak pernah absen memesan. Harga jualnya terbilang lumayan, untuk kategori gelang tangan saja dibanderol harga Rp 350. 000 hingga Rp 800.000. Sementara jenis kalung dan tasbih di angka Rp 1,8 juta per unit.

”Satu bulan pendapatan saya tak kurang dari Rp 7 juta, bahkan lebaran kemarin saja tembus di angka Rp 20 juta,” bebernya dengan yakin.
Mantan buruh alam sebagai kuli pendulang timah dan penoreh getah ini mengaku didukung penuh oleh sang istri, mengingat proses kerjanya hanya di rumah tidak lebih dari 10 jam. ”Satu gelang itu pembuatannya cuma 4 jam, kita buat hanya berdasarkan pesanan supaya bahannya lebih berkualitas,” jelasnya yang menjamin originalitas batu serta kepuasan hasil.

Harga yang lumayan tersebut ternyata berbanding lurus dengan manfaat yang diterima oleh si pemakai. Selama Kadir berdagang produk Tourmaline, dia mengaku mendapat komentar positif yang membanggakan. ”Ada yang reumatik sembuh. Awalnya, tangannya tidak bisa digenggam, tapi setelah memakai gelang berangsur pulih. Pokoknya sangat bermanfaatlah untuk kesehatan dan stamina,” papar bapak dua anak ini.

Berawal dari mulut ke mulut, serta berdagang semampunya di media sosial, kini produk Kadir sudah digilai oleh elit pejabat Kabupaten Lingga. Hampir seluruh orang penting di negeri Bunda Tanah Melayu itu sudah membeli produk batu tourmaline buatan Kadir. Kini Kadir mengaku sedang mencari formula yang tepat untuk menciptakan produk terbaru berupa sandal terapi full batu Tourmaline.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here