Dipukul Guru, Siswa Tak Mau Sekolah

0
496

ANAMBAS – Siswa SMP Satu Atap (Satap) Desa Lingai Kecamatan Siantan Selatan berinisial No (14), mengalami trauma dan takut untuk ke sekolah. Pelajar ini trauma karena dianiaya gurunya yang berinisial MJ dengan cara memukul. Kasus pemukulan tersebut, kini sudah ditangani pihak berwajib untuk ditindaklanjuti.

”Kasus pemukulan terhadap adik saya ini, sudah dua kali terjadi dan kali ini yang paling parah. Karena adik saya dipukul menggunakan sapu lidi, dan mengakibatkan luka di bagian tengkuk serta bajunya sobek,” kata Sofyan, kakak korban, Minggu (3/12).

Selain telah ditangani oleh kepolisian, ungkap Sofyan, kejadian tersebut juga telah dilaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) serta Kepala Sekolah dan UPT Dinas Pendidikan. ”Namun, hingga saat ini laporan kami belum ada tindak lanjutnya,” sebut Sofyan.

Sofyan mengatakan, saat ini adiknya, No lebih memilih di rumah dan tidak sekolah apabila pelaku yakni MJ ada di sekolah untuk mengajar. Jika MJ tidak mengajar, No baru mau mengikuti jam belajar di sekolah. Masih kata Sofyan, sebenarnya pada kejadian pertama kali pihak sekolah serta UPT telah mengingatkan pelaku untuk tidak main tangan saat memarahi kenakalan muridnya.

”Namun, peringatan itu sepertinya tidak digubris dan kejadian tersebut kembali terulang. Akhirnya, pihak keluarga melaporkan hal ini kepada polisi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Anambas Andi Agrial yang dikonfirmasi mengaku telah mengetahui kejadian tersebut. Ia mengatakan, akan menindaklanjuti kejadian tersebut. ”Insya Allah. Pekan ini guru tersebut akan kita panggil, untuk mempertanyakan kejadian sebenarnya,” sebut Andi Agrial. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here