Diresmikan, Perpustakaan Bintan Menyediakan 10 Ribu Judul Buku

0
220
SEKDA Bintan Adi Prihantara, Wakil Ketua DPRD Agus Hartarto, Kepala DPAD Edi Pribadi, asisten, dan rombongan Komisi III meninjau fasilitas Perpustakaan Umum Daerah. Bintan.

KIJANG – Gedung Community Centre di Kijang, resmi dioperasikan menjadi Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bintan, Rabu (18/3). Selain dilengkapi pelbagai fasilitasi, Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bintan menyediakan 10 ribu judul buku, sebagai literasi untuk kesejahteraan sosial.

Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bintan diresmikan oleh Sekda Bintan Adi Prihantara. Di gedung ini pula, sekaligus dilakukan peresmian Sekretariat PKK Bintan, Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bintan, serta Sekretariat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bintan.

Sekda Bintan Adi Prihantara menyampaikan, peresmian Perpustakaan Umum Daerah dan sekretariat lainnya, diharapkan bisa memenuhi ekpetasi bagi kebutuhan serta menggerakkan minat baca. Sekda meminta agar dilakukan beberapa pembenahan, guna mewujudkan literasi berbasis digital.

Baca Juga :  Wasit Berlisensi Asia dari Bintan Jadi Instruktur

”Zaman serba digital saat ini, ke depannya kita harapkan Pustaka Bintan mampu mewujudkan apliaksi literasi berbasis EBook. Agar di mana saja, bisa dibuka melalui aplikasi,” ujar Sekda.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Bintan Edi Pribadi menyebutkan, Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bintan ini, menyediakan 10 ribu judul buku, dengan 16 ribu eksemplar buku. Kemudian, dilengkapi fasilitas 10 set komputer dengan WiFi gratis serta tempat bermain anak, yang bisa dipergunakan bagi pengunjung.

”Kita juga memiliki fasilitas indoor bermain anak. Sehingga anak-anak bisa bermain sambil membaca buku,” katanya.

Baca Juga :  Apri: Laporkan ke Saya, Jika Ada Pungutan

Edi Pribadi menerangkan, Perpustakaan Umum Daerah Bintan tidak hanya menyediakan buku referensi pelajaran bagi pelajar. Tapi, buku teknologi maupun buku panduan usaha bagi masyarakat umum juga tersedia. Masyarakat yang membaca buku, akan mendapatkan ilmu untuk menjalankan usaha. Sehingga, memberikan pendapatan rumah tangga.

”Tujuan dari literasi untuk kesejahteraan sosial ini, yang perlu kita capai. Jadi, dibandingkan suntuk di rumah, lebih bagus membaca buku di Perpustakaan Umum Daerah. Bisa dapat internet gratis sambil mendapatkan ilmu,” harap Edi Pribadi. (fre)

Baca Juga :  Tercapai 10 Perda, Dewan Gesa Pembahasan 13 Ranperda

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here