Dirjen Laut Minta Jalan Pelabuhan Moco Diaspal

0
792
BERI KETERANGAN: Bay M Hasani (kiri), Hengky Suryawan (kanan) memberi keterangan. F-ABAS/TANJUGNPINANG POS

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bay M Hasani minta agar pemerintah daerah, segera mengaspal jalan menuju pelabuhan Tanjungmoco, Dompak, Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Karena, pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco di Dompak untuk pelabuhan bongkar muat kontainer di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang, belum difungsikan. Pelabuhan ini mulai dibangun sejak tahun 2010 lalu, mulai dari penimbunan hingga pembangunan dermaga pelabuhan. ”Kita minta pemerintah daerah, untuk mengerjakan sarana dan prasana lainnya. Seperti jalan menuju pelabuhan itu,” kata Bay M Hasani, saat meresmikan tiga kapal ternak, yakni KM Camara Nusantara 3, KM Camara Nusantara 4 dan KM Camara Nusantara 6, telah selesai dibuat oleh PT Bahtera Bahari Shipyard (BBS) Telagapunggur, Batam, Sabtu (26/8).

Kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2013 ini menggelontorkan dana sebesar Rp240Perhubungan (Kemenhub) tahun 2013 ini menggelontorkan dana sebesar Rp240 miliar untuk Provinsi Kepri. Dana itu dialokasikan untuk membangun fasilitas pelabuhan di sejumlah daerah. Waktu itu, Gubernur Provinsi Kepri, HM Sani menyatakan, Tanjungmoco adalah pelabuhan yang dirancang untuk pelayaran internasional. Proyek yang telah dipancang sejak beberapa tahun lalu ini, mendapat bantuan sebesar Rp 60 miliar dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). ”Waktu wali kota lama, sudah komitmen, akan membangun sarana dan prasana lainnya. Tapi, wali kota diganti, kebijakan berubah. Kita sudah bangun pelabuhannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Gas 3 Kg Bakal Dikurangi

Kata dia, kalau pemerintah daerah tidak bisa membangun sarana dan prasana, ia minta baiknya diserahkan saja kepada pemerintah pusat. Untuk diaspal jalanya ke Pelabuhan Moco, status lahanya harus jelas. Jalanya, harus diserahkan ke pusat. Karena, kalau tanah belum di hibahkan ke pemerintah pusat, sangat sulit diaspal oleh pemerintah pusat. ”Serahkan lahannya, biarkan kami yang melontarkan dana untuk pengaspalan jalanya,” tegasnya.

Ia juga minta, pemerintah daerah jangan ego setrol. Pejabat harus berkomunikasi antara pemerintah daerah dan provinsi. Supaya, pelabuhan yang sudah dibangun Kementerian Perhubungan itu, sudah bisa di fungsikan. ”Pelabuhannya sudah kita bangun. Janji pemerintah daerah, ia akan bangun jalan ke sana. Tapi, belum ada kenyataanya,” bebernya.

Padahal, informasinya tahun ini pemerintah pusat kembali menganggarkan Rp 22 miliar pembangunan lanjutan. Diujung pelabuhan, masih ada panjangnya kira-kira 50 meter belum dikasih beton. Masih terlihat besi berdiri tegak berjajar sebagai pondasi pelabuhan. Kelihatan mulai berkarat karena termakan usia. Akses masuk pelabuhan ini, masih terlihat tumpukan material bauksit yang siap diekspor. Dipelabuhan juga terlihat salah satu tongkang. Sebelumnya, pelabuhan ini sering difungsikan aktivitas muat bauksit ke tongkang. Tak jauh dari dermaga, terlihat tumbukan tiang dari besi dan salah unit beco.

Baca Juga :  Polres Kumpulkan Penjaga Makam dan Penggali Kubur Se-Tanjungpinang

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Janyato, sangat prihatin melihat pelabuhan FTZ di Tanjung Moco, boleh dikatakan terbengkalai. Dibangun sejak tahun 2010 lalu sampai sekarang belum selesai apalagi dimanfaatkan. ”Saya lihat malah saling menyalahkan, tidak saling mendukung, inilah akibatnya. Mestinya pemerintah daerah merespon cepat adanya pelabuhan dibangun didaerahnya,” kata Bobby Jayanto.

Ia minta pejabat di pusat harus rajin-rajin ke daerah, memantau pembangunan fisik yang didanai dari ABPN. Pelabuhan Tanjung Moco adalah korban kurang pengawasan. ”Sama dengan pelabuhan internasional Berakit. Sudah dibangun tidak dimanfaatkan. Sudah ada yang dijadikan tersangka. Ya, kita minta pemerintah tegas, apalagi sekarang pemerintah hangat-hangatnya bahas soal kemaritiman,” tegasnya.

Kata dia, pembangunan pelabuhan TanjungMoco, meskipun nantinya sudah selesai dibangun, tidak bisa langsung dimanfaatkan. Karena fasilitas pendukung belum ada disekitar pelabuhan. Misalnya, lokasi pelabuhan masih rendah, belum ada tanda-tanda pembangunan selain pelantar pelabuhan saja. Apalagi akses menuju pelabuhan belum ada. ”Kita lihat dari ujung pelabuhan saja belum ada tanda-tanda ada yang mengembirakan. Ya, kita mintalah pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, duduk bersama, mencari solusinya,” harapnya.

Baca Juga :  Proyek Mubazir!

Bobby menambahkan, mestinya kehadiran Tanjung Moco, bisa mengairahkan investasi di Tanjungpinang, khususnya di Dompak. Tapi, kalau dibiarkan pelabuhan Tanjung Moco begitu saja, tidak ada pembangunan lanjuta, sangat disayangkan, karena sudah miliar dana mengalir ke satu proyek itu saja, tapi tidak ada tanda-tanda, kapan akan selesai, setelah selesai, kapan akan difungsikan. ”Solusinya, pemerintah daerah juga harus membangun fasilitas jalan menuju pelabuhan,” tegasnya. Supaya pelabuhan selesai jalan ada, maka investor mau masuk ke Tanjungpinang.

Menurutnya, jalan menuju pelabuhan Tanjungmoco saja, bagi orang Tanjungpinang, pasti banyak yang tidak tahu arahnya, pasti nyasar karena memang tidak ada tanda-tanda, kalau ada pembangunan pelabuhan di Dompak. ”Kalau lewat laut ya kelihatan ada pelantar panjang. Tapi, kalau lewat darat, ya pasti nyasar karena belum ada jalan,” beberny.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here