Dirut PT Karya Tunggal Mulya Abadi Tersangka

0
61
Para awak media menunggu hasil pemeriksaan tersangka baru pelabuhan Dompak. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sat Reskrim Polres Tanjungpinang memanggil Abdul Rohim, Direktur Utama PT Karya Tunggal Mulya Abadi (KTMA), tersangka dugaan korupsi pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Dompak tahun 2015, Selasa (12/3).

Sebelumnya, dalam kasus korupsi pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Dompak sudah ada dua orang tersangka. Mereka sudah menjalankan persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. Yakni Berto Riawan selaku kepala Cabang PT. Karya Tunggal Mulya Abadi (KTMA) dan Haryadi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang.

PT. Karya Tunggal Mulya Abadi selaku Penyedia pada Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Dompak dengan mengunakan anggaran bersumber dari APBN-P Tahun 2015 yang dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjungpinang. Dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut belum seratus persen dilaksanakan.

Bahkan, item barang pada Pekerjaan Perlengkapan dan Kelengkapan yang seharusnya diadakan oleh PT. Karya Tunggal Mulya Abadi tidak terpasang di lokasi pekerjaan.

Terdakwa Haryadi selaku PPK tetap melakukan pembayaran sebesar 100 persen kepada terdakwa Berto Riawan. Bahkan untuk melakukan pembayaran 100 persen pekerjaan, terdakwa Haryadi dengan sengaja memalsukan dokumen Proposional Hand Over (PHO).

Akibat perbuatan kedua terdakwa negara mengalami kerugian sebesar Rp 5,05 miliar. Edward Arfa Penasehat Hukum dari Abdul Rohim membenarkan, bahwa kliennya di panggil dan dijemput oleh pihak kepolisian di rumah sekitar pukul 10.00, kemarin.

”Benar tersangka Abdul Rohim dijemput di rumahnya tadi pagi (kemarin). Saya di sini sebagai kuasa hukumnya untuk mendampingi tersangka dalam perkara ini,” katanya ditemui di ruangan Reskrim Polres Tanjungpinang, kemarin.

Edward menyebutkan, bahwa tersangka Abdul Rohim ini merupakan Direktur Utama dari PT KTMA sehingga ada kaitannya dengan terdakwa Berto Riawan yang telah menjalani persidangan sebagai Direktur PT KTMA Cabang Tanjungpinang.

”Artinya tersangka Abdul bersama-sama dengan terdakwa Berto turut serta melakukan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Hingga sore hari (kemarin) Abdul masih di periksa pihak kepolisian untuk dimintai keterangan di ruangan Tipikor Satreskrim Polres Tanjungpinang. Para awak media tetap menunggu hasil pemeriksaan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali menuturkan, untuk lanjutan dari kasus korupsi pelabuhan Dompak telah menetapkan satu orang tersangka baru. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here