Disdik Antisipasi Buta Huruf

0
56
ANAK-anak sedang membaca di PKBM di Dusun Arung Hijau. F-ISTIMEWA

ANAMBAS – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas tetap konsen untuk mengurangi angka buta huruf dan angka putus sekolah di Kabupaten Kepulauan Anambas. Salah satu cara yang diterapkan yakni, dengan memberikan pengetahuan tentang arti penting pendidikan.

Cara tersebut diberikan melalui sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di pulau-pulau yang jauh dari pusat kota seperti yang dilaksanakan di Pulau Mengkait dan sebagainya.

”Tahun lalu kita sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai arti penting sebuah pendidikan,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas, Asiah, kemarin.

Upaya berikutnya, untuk membebaskan masyarakat dari buta huruf yakni dengan mengadakan ujian paket atau kejar paket.

Seperti paket A yang setara dengan sekolah dasar, kemudian paket B yang setara dengan SMP serta paket C atau setara dengan SLTA.

”Kejar paket ini selalu ada pelaksanaannya, setelah Ujian Nasional reguler mulai paket A hingga paket C,” ungkapnya lagi.

Meskipun secara fisik berbeda, tapi ijazah tersebut diakui dan dilegalkan karena diketahui Dinas Pendidikan.

”Soal Ujian Nasional (UN) antara reguler dengan siswa paket, itu berbeda tapi tetap diakui,” jelasnya.

Sebelumnya, nasib anak daerah pedalaman di Kabupaten Kepulauan Anambas perlu perhatian khusus terutama dalam dunia pendidikan.

Pasalnya, setelah ditelusuri, ternyata anak putus sekolah sangat tinggi seperti di Desa Mengkait Kecamatan, Siantan Selatan dan dibeberapa desa yang lain di Kecamatan Siantan Selatan. Khusus untuk SMP di Desa Mengkait, angka putus sekolah mencapai 66,6 persen tahun ini.

Dari 12 siswa siswa-siswi SMP Negeri 1 Satu Atap Mengkait, hanya 4 siswa saja yang melanjutkan sekolah semuanya laki-laki. Sementara itu, 8 siswi lainnya tidak melanjutkan sekolah. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here