Disdik Belum Terapkan Tiga Stanza

0
74
KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG saat memberi pencerahan bagi siswa baru SMP di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, pertengahan Juli lalu. F-martunas/tanjungpinang pos

Terkait Lirik Lagu Indonesia Raya

Sekolah-sekolah di Tanjungpinang belum terbiasa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan judul ‘Indonesia Raya’ dalam tiga lirik atau stanza. Hal itu juga diakui Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG.

TANJUNGPINANG – DADANG mengatakan, dirinya belum menerima surat edaran (SE) tentang kewajiban semua sekolah untuk menyanyikan lagi Indonesia Raya dalam tiga bait sesuai aslinya.

”Kalau sekolah-sekolah belum menerapkannya. Tapi kita di Dinas Pendidikan, dalam setia acara sudah menyanyikan lagi Indonesia Raya tiga stanza. Ini bentuk sosialisasi kita juga,” ujar Dadang kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Rabu (29/8) kemarin siang.

Saat ini, kata dia, para guru di Tanjungpinang sudah terbiasa menyanyikan lagu tersebut. Dan apabila sudah diwajibkan dilakukan siswa, maka guru-guru sudah siap mengajari siswa. Hal itu karena guru-guru sudah menyanyikan Lagu Indonesia Raya tiga stanza.

Salah satu siswa SD di Tanjungpinang, Septen mengatakan, dirinya belum tahu kalau lagu kebangsaan Indonesia Raya itu ada tiga lirik. Sebab, sekolah mereka belum menerapkannya. ”Belum ada kami belajar itu,” katanya singkat.

Dadang menambahkan, memang lagu Indonesia Raya dalam tiga bait sesuai aslinya perlu diajari kepada siswa. Hal ini untuk menjaga mental siswa akan rasa nasionalismenya.

Dadang berjanji, jika sudah mendapatkan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tentang kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya di sekolah-sekolah, maka ia pasti akan menerapkannya.

Sebenarnya, tahun 2017 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy sudah mensosialisasikan lagu Indonesia Raya tiga stanza saat menjadi pembina upacara bendera di SMA Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) 2 Manggarai Utara, Jakarta Selatan.

Menurut Muhadjir, sosialisasi itu dalam upaya untuk mengenalkan versi lengkap lagu kebangsaan ini kepada siswa selaku generasi penerus bangsa. Hal in sangat penting untuk menanamkan karakter nasionalisme kepada generasi muda.

Dalam upacara itu, lagu Indonesia Raya tiga stanza juga dinyanyikan siswa.

”Kegiatan itu dapat dijadikan tradisi dalam rangka menanamkan disiplin, cinta tanah air, menghormati apa yang dirintis pendahulunya dan mempertahankan apa yang sudah dibangun,” kata Muhadjir saat memberikan sambutan dalam upacara itu.

Menurut Muhadjir, menyanyikan lagu Indonesia Raya versi lengkap di sekolah mencerminkan keberhasilan pendidik di dalam upaya pembentukan karakter siswanya.

Selain itu, Guru besar Universitas Negeri Malang ini berpesan agar semua siswa harus berlatih dan diberi kesempatan menjadi petugas upacara.

”Jangan karena kekar, seseorang dijadikan pemimpin upacara. Yang badannya kecil juga diberi kesempatan. Siapa tahu di dalam badan yang kecil tersimpan semangat dan potensi yang besar,” ujarnya.

Melalui Surat Edaran Nomor 21042/MPK/PR/2017, tanggal 11 April 2017, Mendikbud mengimbau kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia agar dapat mendorong sekolah-sekolah di berbagai jenjang untuk membiasakan siswa menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu nasional pada awal dan sebelum mengakhiri kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap hari.

Lagu Indonesia Raya memiliki tiga stanza atau lirik. Namun, yang selama ini kerap dinyanyikan hanyalah lagu Indonesia Raya dengan stanza pertama terlebih di sekolah-sekolah.

Karena itu, pihak Kemendikbud sudah membuat pedoman menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza. Juli tahun ini, harusnya sekolah-sekolah sudah menerapkan pedoman itu.

Namun, informasi dari salah satu sumbe koran ini di lapangan, sudah ada juga sekolah swasta di Tanjungpinang yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam lirik lengkap sesuai aslinya.

Lagu itu mulai dinyanyikan saat upacara kenaikan bendera di Senin pagi. Namun, sebelum menerapkannya, para guru sudah mengajari siswanya. ”Saya dengar sudah ada (swasta),” ujar sumber itu.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here