Disdik Dorong Tingkatkan Minat Baca Siswa

0
99
KEPALA Dinas Pendidikan Tanjungpinang Dadang dan Kepala Perpustakaan Pemko Tanjungpinang meneken MoU untuk meningkatkan minat baca siswa, kemarin. F-istimewa

TANJUNGPINANG – Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan minat baca bagi siswa-siswi tingkat SD dan SMP di Kota Tanjungpinang.

Diantaranya kembali membuat MoU yang dilakukan Badan Perpustakaan Kota Tanjungpinang bersama Dinas Pendidikan. MoU terkait peningkatan minat baca siswa secara per individu.

Sebelumnya telah dilakukan melakukan MoU dengan meningkat minat baca siswa per sekolah.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, kehadirannya dalam kesepakatan tersebut sebagai dukungan kepada OPD terkait untuk terus meningkatkan minat baca kepada siswa.

”Berbagai upaya harus dilakukan, selain terus membenahi sarana dan prasarana juga harus ada terobosan-terobosan yang secara teknis diserahkan kepada OPD terkait,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Peningkatan baca yang dilakukan sebelumnya yaitu Badan Perpustakaan Kota Tanjungpinang menyediakan bus kepada masing-masing sekolah yang ingin berkunjung ke perpustakaan.

”Saat ini kondisi lingkungan Perpus Kota Tanjungpinang sudah lebih baik, sudah lebih nyaman,” tuturnya sembari menyebutkan dua bulan lalu ke sana.

Selain itu, memanfaatkan sistem teknologi sekarang, sudah ada perpustakaan online. Masyarakat dapat membaca buku-buku melalui digital.

”Ini tak kalah penting untuk disosialisasikan kepada siswa, bisa membaca buku dari online,” paparnya.

Ia menuturkan, daripada siswa sibuk ke warnet lebih baik didorong untuk menyukai membaca ke perpustakaan.

Belum lama ini, dunia pendidikan di Tanjungpinang dihebohkan dengan beberapa kejadian, diantaranya, siswi yang berkelahi serta adanya tindakan tidak senonoh para siswa di warnet.

Terkait ini, dinas terkait perlu memberikan sanksi tegas kepada pemilik usaha. Tindakan tegas itu, bukan berarti tak mendukung usaha yang dilakukan, tetapi sesuai kesepakatan bahwa usaha yang dijalankan harus mengikuti aturan.

Diantaranya, tidak memperbolehkan siswa mengenakan seragam sekolah berada di warnet, siswa tidak boleh berada di warnet larut malam serta tidak boleh ada akses melihat sistus tidak baik.

Bila ini dilanggar, maka pemilik usaha harus diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, termasuk meninjau kembali izinnya. Sebelumnya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pernah menyatakan, kondisi minat baca bangsa Indonesia cukup memprihatinkan.

Berdasarkan studi ‘Most Littered Nation In the World’ yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60. (dlp/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here