Disdik Janji Besok Penyelesaikan Siswa Tidak Tertampung

1
162
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Thamrin.

TANJUNGPINANG – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpipnang, Tamrin menuturkan, besok, Rabu (10/7) dan Kamis (11/7) mulai menyelesaikan siswa yang tidak ketampung melalui sistem online.

Ia meyakini seluruh siswa akan tertampung. Melalui beberapa metode yang sudah disampaikan kepada kepala daerah, yaitu H Syahrul.

“Saya sudah sampaikan beberapa metode penyelesaian. Tinggal menunggu kebijakan kepala daerah,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos.

Pertama jumlah siswa per kelas ditambah atau tidak mengikuti ketentuan Menteri Pendidikan. Kedua, memberlakukan dua shift di beberapa sekolah yang jumlah pendaftarnya membeludak berdasarkan zonasi.

Ia menuturkan, sistem dua shift akan diberlakukan di SMPN 16 Tanjungpinang dan SMPN 7 Tanjungpinang. Mengingat jumlah calon siswanya melebihi kapasitas sekolah.

“Di dua sekolah itu, radius 500 meter lebih saja tidak keterima. Memang di sana banyak calon siswa. Kami sarankan memberlakukan dua shift,” tuturnya.

Terkait wancana ini, pihak sekolah mengaku sanggup. Hanya saja beberapa hal perlu disiapkan Disdik Kota Tanjungpinang. Khususnya ketersediaan SDM atau guru yang mengajar.

Saran ini diberikan, sembari berupaya menambah Ruang Kelas Baru (RKB) di sekolah tersebut. Serta pilihan ke dua, jumlah siswa per kelas tentunya akan ditambah dari aturan.

“Harus saya akui, daya tampung kita masih kurang. Tetapi sistem online pada pendaftaran pertama harus dijalankan meskipun ada kebijakan lain yang mengikutinya terkait siswa yang tidak keterima,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu melihat proses daftar ulang siswa keterima online di SMPN 16 Tanjungpinang.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, kondisi penerimaan siswa di Tanjungpinang belum bisa online. Bukan karena jaringan internet, melainkan sarana yang belum tersedia. Khususnya daya tampung belum bisa meng-cover calon siswa.

Penerapan ini menurutnya melukai para orangtua, sebab diyakini, lebih dari 712 siswa yang tidak tertampung. Ini berdasarkan 89 RKB SMP di Tanjungpinang biasanya dikalikan 40 siswa atau menampung 3.560 orang. Kini menjadi 89 RKB dikalikan 32 siswa per kelas atau 2.848 orang.

“Bayangkan bagaimana perasaan orangtua tersebut. Ada yang menangis, bahkan lebih parahnya, semangat anak itu turun mau melanjutkan pendidikan,” tuturnya.

Maskur menuturkan, ia bukan tidak mendukung sistem online. Bahkan sangat mendukung pemanfaatan teknologi, namun harusnya dilengkapi dengan sarana yang memadai, khususnya RKB.

Bila daya tampung sudah memadai, ia meyakini sistem online akan mempermudah. Tidak ada yang kecewa atau bahkan putus harapan melanjutkan pendidikan.

Ia juga meminta kepala daerah memberikan solusi yang tepat terkait persoalan ini. Jangan terkesan lambat dan mengantungkan nasib para orangtua.

“Para orangtua cuman terima pasti ketampung, tetapi terkait metodenya seperti apa belum disampaikan. Kedua, pegawai Disdik Tanjungpinang yang mengucapkan atau menyrankan mendaftar ke sekolah swasta. Ini merurutnya sudah melukai dan membuat bimbang,” tuturnya.

Maskur menilai, sekolah-sekolah swasta di Tanjungpinang sebagian sudah penuh. Bagi orangtua yang mampu, menurutnya, sudah mengambil langkah-langkah itu.

“Coba tanya sekolah Alsakinah pasti sudah penuh, bahkan sebelum pendaftaran di mulai. Begitu juga dengan beberapa sekolah lainnya,” tuturnya.

Ia bersama anggota DPRD Kota Tanjungpinang lainnya, turun memantau ke sekolah-sekolah. Dipesankannya, jangan ada sekolah yang menolak siswa atau membolak-balikkan ke dinas.

“Persaan orangtua sudah capek. Besok sekolah harus sudah beritahu solusinya,” ucapnya. (dlp)

1 KOMENTAR

  1. Yah semoga saja ada solusi dan formulasi yg tepat dari dinas pendidikan utk menampung siswa yg gagal dizonasi.
    Yg lucunya RW.06 kelurahan air raja yg notabene satu kelurahan yang sama dgn SMPN 12. 99% anak2 di daerah tstb tidak diterima,bahkan di SMP Mana pun yg ada di kecamatan tapi timur ini.

    Lucu yah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here