Disduk Cetak KTP-el Pakai Mesin KIA

0
498
MENGURUS KTP-EL: Warga saat mengurus KTP-el di Kantor Discukcapil Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Empat unit alat cetak KTP elektornik yang rusak belum juga diperbaiki. Hal inilah yang membuat petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang terpaksa menggunakan mesin cetak Kartu Identitas Anak (KIA) untuk mencetak KTP elektornik (KTP-el) milik warga.

”Sudah sekitar dua pekan kita menggunakan mesin cetak KIA ini untuk mencetak KTP-el,” kata Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (15/11).

Sedangkan untuk empat unit mesin cetak KTP-el yang rusak sudah diserahkan di Disdukcapil Provinsi Kepri. Tujuannya, supaya empat mesin cetak KTP elektornik milik Disdukcapil Kota Tanjungpinang segera diperbaiki. Mesin cetak ini akan ditangani oleh teknisi yang akan didatangkan dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

”Kita serahkaj ke provinsi karena Disdukcapil Provinsi sebagai koordinator kita,” ucap dia.

Sampai saat ini, lanjut dia, sudah ada 126.000 warga Tanjungpinang telah mengantongi KTP elektornik. Sementara yang wajib KTP sebanyak 187.000 jiwa. Artinya, masih ada sekitar 61.000 lagi warga Tanjungpinang yang belum mengantongi KTP elektronik. ”Kita tetap berupaya. Alhamdulillah, kemarin kita dapat lagi 2.000 blanko KTP elektronik,” terang dia.

Meski sudah dapat 2.000 blanko KTP, tidak membuat mantan Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang ini, berdiam begitu saja. Ia akan kembali meminta ke pemerintah pusat melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk memberikan blanko KTP tambahan untuk Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, tak lama lagi, warga Ibu Kota Provinsi Kepri ini akan merayakan pesta demokrasi Pilkada walikota di tahun 2018 mendatang. Jadi, pemerintah pusat harus memprioritaskan Kota Tanjungpinang untuk diberikan blanko KTP-el.

”Insya Allah tanggal 24 tau 25 ini, saya coba untuk minta 20.000 blanko lagi ke pusat. Mudah-mudahan pemerintah pusat mengabulkan ke inginan kita,” harap dia.

Selain itu, ia sudah meminta ke Walikota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, untuk mengalokasikan anggaran di APBDP tahun 2017 ini. Anggaran yang diminta untuk membeli dua unit mesin perekam dan dua unit mesin cetak KTP elektronik. Untuk beli mesin perekam menghabiskan Rp 100 juta per unit. Sedangkan beli mesin cetak KTP elektornik hanya Rp 50 juta per unit.

”Saya sudah berkoordinasi dengan percetakan negara, untuk memfasilitasi pengadaan alat perekaman serta cetak KTP elektornik. Karena barang itu perlu pesan keluar negeri. Semua langkah serta upaya sudah saya lakukan. Kita sedang menunggu saja,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here