Disduk Musnahkan 13.682 Keping KTP-el

0
72
PIHAK Disdukcapil Pemkab Lingga ketika memusnahkan KTP-el yang invalid dan rusak tahap ketiga tahun ini sebanyak 13.682 keping. f-istimewa
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lingga memusnahkan 13.682 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dengan cara dibakar yang juga disaksikan unsur-unsur terkait seperti KPU dan juga aparat keamanan, Selasa (8/1).

LINGGA – Pemusnahan itu berdasarkan surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hadir dalam pemusnahan tersebut pihak Polres Lingga yang di wakili Kasat Binmas Polres Lingga, KPU Lingga, TNI AD, Satpol PP Kabupaten Lingga dan sejumlah tokoh masyarakat.

”Kita melaksanakan perintah dari pimpinan, Menteri Dalam Negeri. terkait dengan adanya surat edarannya, tentang penatausahaan kartu elektronik rusak atau invalid dengan cara di potong lalu dibakar,” kata Kadisdukcapil Lingga Syamsudi SPd melalui Sekretaris Disdukcapil Rani saat pemusnahan.

Ditambahkan Rani, yang didampingi Kabid Pendataan Penduduk Muhammad menerangkan, pemusnahan 13.682 keping KTP-el invalid atau rusak tersebut sudah memenuhi peraturan yang berlaku setelah dilakukan pengecekan pendataan.

Maka dengan dimusnahkan KTP untuk yang ke tiga kalinya ini, maka total KTP yang sudah di bakar dari tahun 2018 s/d 2019 totalnya mencapai 16.620.

”Kita sebelumnya melakukan pemusnahan tanggal 14 Desember 2018, dengan jumlah 571 keping, dan tanggal 19 Desember 2018 kita musnahkan 2.367 keping. Kemarin, 8 Januari 2019 kita musnahkan 13.682 keping,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pendataan Penduduk Muhammad menerangkan, pemusnahan E-KTP invalid tak ada kaitannya dengan Pemilu.

Sebab, untuk data primer jumlah kependudukan beserta identitas lengkapnya itu sudah disediakan oleh Kemendagri melalui DP4 (Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu). Ditegaskannya, DP4 itu merupakan hasil olah verifikasi Kemendagri yang sumbernya dari pencatatan penduduk secara online.

”Kita hanya melakukan pelayanan, kemudian datanya secara otomatis karena online oleh pusat. Oleh pusat diolah kemudian dibersihkan, dan DP4 itulah diberikan KPU pusat kemudian di-breakdown ke PKU daerah,” paparnya.

Disinggung soal KTP ganda atau anomali, Muhammad menjelaskan, sebetulnya Data Kependudukan (KTP) ganda sangat mudah dimonitoring karena sistem pencatatan kependudukan sekarang dilakukan secara online dan menggunakan sistem perekaman. Sehingga, sangat mudah untuk diketahui.

”Rekam geometriknya, iris mata dan sidik jari. Jadi tetap akan terpantau,” imbuhnya. (TENGKU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here