Disdukcapil Bakal Terapkan Pelayanan Sistem Online

0
41
Kepala Disdukcapil Tanjungpinang Irianto menujukkan server KTP-el di kantor Disdukcapil, baru-baru ini. belum lama ini. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Untuk meningkatkan pelayanan, dalam waktu dekat ini Dinas Kependudunan dan Pencaatatan Sipil (Disdukcapil) akan menerapkan pelayanan secara online, melalui WhatsAap (WA). Diantaranya, layanan online pembuatan akta kelahiran, akta kematian, dan beberapa surat keterangan lainnya.

Hal ini dikatakan Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto kepada Tanjungpinang, Pos, belum lama ini. ”Kita mulai menerapkan pelayanan sistem online, cepat dan tidak ada antre pelayanan,” kata Irianto.

Menurutnya, pelayanan online akan diberlakukan dalam waktu dekat. Tinggal menunggu dua orang pegawai di Disdukcapil, belum selesai mengikuti pelatihan di Jakarta. ”Dua pegawai sedang mengikuti pelatihan menjadi verifikator penerapan pelayanan tersebut,” tuturnya.

Mantan Kasatpol PP Tanjungpinang tersebut menuturkan, nantinya, masyarakat tak perlu bolak-balik lagi ke kantor Disdukcapil maupun melalui kelurahan dan camat untuk mengurus surat keterangan atau akta kelahiran dan kematian tersebut.
Cukup dengan mengisi format dari Disdukcapil, maka masyarakat sudah bisa menerima pelayanan tersebut.

”Jadi kalau akta kelahiran, masyarakat gak perlu ke kelurahan minta surat keterangan cukup surat dari bidan saja. Format pengisian dan syarat nanti akan diinformasikan,” tuturnya.

Jadi, sambung dia, ketika masyarakat datang ke kantor Disdukcapil berkas yang sudah diurus, tinggal diambil saja. Irianto menuturkan, untuk pengurusan KTP-el belum bisa secara online, karena yang bersangkutan perlu di foto, rekam identitas dan sidik jari.

”Jadi kalau KTP belum bisa online langsung siap, karena yang bersangkutan harus melalukan perekaman,” ungkapnya.

Penerapan tersebut sejalan dengan permintaan anggota DPRD Tanjungpinang, Reni yang disampaikan beberapa waktu lalu.

Reni menuturkan, pelayanan melalui online WA, sangat membantu masyarakat agar tidak bolak-balik. Serta mempersingkat alur birokrasi. ”Banyak masyarakat mengeluh lama mengurus berbagai administrasi yang berurusan dengan OPD, kita berharap pelayanan publik ke depan mengarah ke online,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here