Disdukcapil Sudah Keluarkan 16 Ribu Suket

0
1253
MENGURUS KTP- EL: Warga saat mengurus KTP-el di Kantor Disdukcapil Tanjungpinang, Selasa (12/12).F-Andri/tanjungpinang pos

Per hari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang mengeluarkan 200 Surat Keterangan (Suket) pengganti sementara KTP-elektronik.

TANJUNGPINANG – Per bulannya (24 hari kerja) yang dicetak bisa mencetak 4.800 Suket. Sampai saat ini Disdukcapil kota telah mengeluarkan 16 ribu Suket. Sedangkan blangko KTP-el yang tersisa tinggal 7 ribu lagi. Blangko ini tidak bisa di cetak karena alat cetak KTP-el masih rusak.

Surat keterangan merupakan pengganti sementara Kartu Tanpa Penduduk (KTP-el) yang belum tercetak. Suket tersebut bisa digunakan untuk mengurus berbagai kepentingan administrasi untuk masyarakat.

Sejumlah urusan yang bisa menggunakan suket adalah urusan Pemilu, Perbankan, Imigrasi, Kepolisian, Asuransi, BPJS, Pernikahan dan kebutuhan Administrasi Kependudukan lainnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Irianto, kemarin. ”Kita masih kekurangan blanko KTP-el jika harus mengakomodir seluruhnya. Untuk mengambilnya tidak mudah, pegawai harus berangkat tidak bisa meminta di kirimkan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (12/12).

Baca Juga :  Air Sei Pulai Surut 3 Cm Per Hari

Jika bisa dikirimkan, tentu kekurangan itu sudah bisa diatasi. Ia mencotohkan, untuk mengangkut 2.000 blanko KTP-el saja butuh waktu serta perjuangan dari ASN di lingkungannya. ”Pegawai berangkat, ketemu dengan bagian blanko KTP-el di Mendagri baru bisa bawah ke daerah,” tuturnya.

Belum lagi terkait alokasi anggaran, sebab harus sering berangkat untuk mengambilnya. Agar warga dapat melaksanakan berbagai urusan administrasi, sesuai ketentuan di keluarkan Suket. Dalam sehari, ia mengaku bisa mengeluarkan 150 sampai 200 Suket per hari. Suket yang sudah diterbitkan tidak bisa langsung di cetak KTP-elnya, tergantung selver milik pemerintah melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjendukcapil).

Sebab, terlebih dahulu data warga Tanjungpinang, yang sudah merekam KTP-el masuk ke selver tersebut. Setelah data sudah masuk hingga diterima, maka petugas Disdukcapil Kota Tanjungpinang baru bisa dicetak KTP-el milik warga Tanjungpinang

Baca Juga :  Arisan Online Makan Korban Lagi

”Kalau tak masuk datanya ke selver, macam mana kita mau cetak KTP-el milik warga. Kita setiap hari melakukan perekaman KTP-el mencapai ratusan. Terkadang yang masuk hanya dua saja. Ya, kalau hanya dua. Terkadang tak ada satupun data warga kita yang masuk ke selver itu. Kita mau bilang apa lagi. Untuk apa kita tahan KTP-el milik orang,” kata Irianto.

Kata mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Tanjungpinang ini, bukan hanya Disdukcapil Kota Tanjungpinang saja mengirim data warga, yang sudah melakukan perekaman KTP-el. Tetapi, selver tersebut menerima hingga menampung data masyarakat dari berbagai daerah kabupaten/ kota provinsi di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Mantan Bupati Anambas Disidang

”Selver itu hanya menampung 50.000. Yang kirim data lebih dari 50.000. Jadi harap maklum lah, baru punya satu selver. Inilah akibatnya,” terang dia.

Meskipun seperti itu, ia tetap meminta kepada warga Tanjungpinang untuk segera merekam KTP-el, bagi yang belum. Kalau ingin merekam KTP-el, ia sarankan untuk langsung datang ke Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang. Supaya data cepat terkirim, dan masyarakat bisa cepat memiliki KTP-el.

Bagi yang sudah melakukan perekaman KTP-el, pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan alias suket untuk masyarakat tersebut. masyarakat tersebut tetap mengantongi identitas dirinya. ”Kalau tidak diterima datanya, macam mana kita mau cetak KTP-el,” sebut dia.(DESI-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here