Dishub Belum Berani Terapkan Parkir Stiker

0
580
MEMAKAIKAN rompi: Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah memakaikan rompi ke petugas juru parkir, beberapa waktu lalu.f-HUMAS PEMKO TANJUNGPINANG

Dewan Pertanyakan Retribusi

TANJUNGPINANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, 2017 ini kembali menargetkan pendapatan dari retribusi parkir senilai Rp 1,2 miliar. Meskipun 2016 lalu harus diakui tidak mencapai target hanya sekitar Rp 900 juta lebih.

Alasan berani menargetkan pendapatan Rp 1,2 miliar karena akan menerapkan sistem stiker dari yang sekarang masih karcis. Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengaku heran dengan sikap Dishub yang tak kunjung menerapkan sistem stiker. Padahal awal tahun lalu, tepatnya Februari sudah disosialisasikan akan diterapkan.

”Kemarin kan sudah uji coba mau diterapkan sama ASN. Tetapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi mengenai karcis stiker tersebut. Heran juga dengan Dishub kenapa tak berani menerapkan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Jadwal Gerak Jalan

Sebelumnya, Plt Dishub Kota Tanjungpinang menuturkan, Abu menuturkan, penerapakan akan dilakukan secara bertahap, yaitu dimulai dari pada ASN. Pihaknya juga sudah memesan stiker yang sedang di koorporasi di DPPKAD Kota Tanjungpinang. Bahkan, penarikan iuran stiker kendaraan roda dua dari beberapa ASN sudah dilakukan. Hanya saja, rencana itu bak ditelan bumi dan sampai kini tidak direalisasikan.

Reni menilai pendapatan dari retribusi parkir masih kecil. Meskipun sudah lebih baik dari sistem sebelumnya. Namun masih banyak kebocoran pendapatan. ”Menurut saya pengawasan dari Dishub masih kurang. Jadi penerimaan dari retribusi parkir belum maksimal,” paparmua.

Baca Juga :  Wanita Hamil Tua Curi Handphone di Warung

Untuk itu ia menyarankan, Dishub segera menerapkan sistem stiker. Meskipun sistem karcis tetap di jalankan. Jadi masyarakat diberi pilihan, apakah mau menggunakan sistem bayar setiap kali parkir atau mau langganan secara bulanan maupun mungkin tahunan.

”Di Perda sudah sangat jelas mengatur hal ini. Sangat heran kalau tidak bisa direalsiasikan, masyarakat jadi beranggapan ada apa dengan Dishub,” ungkapnya.

Dengan sistem stiker diterapkan, maka pendapatan parkir yang pasti setiap bulan sudah ada. Serta diharapkan mengurangi kebocoran penerimaan. Kadishub Kota Tanjungpinang, Bambang mengaku belum menerapkan karena belum memiliki pangsa atau pengguna jasa.

Baca Juga :  Tarif Air Masih akan Disosialisasikan

Terkait alasan ini kurang bisa diterima. Sesuai kesepakatan dalam pembahasan, nantinya para ASN akan menggunakan parkir stiker. Cara ini dinilai yang tepat menekan kebocoran dari retribusi parkir. Ada puluhan ribu kendaraan di Tanjungpinang yang berpotensi memberikan retribusi.

Terkait pembelian stiker juga bisa diatur, apakah di Kantor Dishub atau beberapa outlet di buka. Misalnya di mal atau bahkan kios-kios yang di kelola BUMD Tanjungpinang.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here