Dishub Koordinasi ke Polisi Penindakan Taksi Online

0
459
Yusfa Hendri

BATAM – Sampai saat ini belum ada kesepakatan kuota taksi online di Batam. Ini berdampak pada belum ada izin opewrasi taksi online yang dikeluarkan pemerintah Provinsi Kepri. Saat ini ada dua perusahaan yang mendapat izin. Namun, belum disepakati kuota 300 unit yang diusulkan Dishub Kepri.

Kadis Perhubungan Batam, Yusfa Hendri menyebutkan, dari sisi perizinan ada dua operator yang mendapat izin dari Dishub Kepri. Namun belum sepenuhnya dipenuhi. Demikian dari kuota belum ditentukan, karena taksi online tidak mau dengan jumlah 300 unit. Sehingga, taksi online diminta tidak jalan dulu.

Baca Juga :  RKB Mesti Diperbanyak di Sistem Zonasi

”Kami sudah berkoordinasi dengan polisi, jadi tetap mengacu aturan. Taksi online harus ikut aturan,” tegasnya.

Diingatkan, payung hukum untuk khusus, harus dipenuhi badan usaha dulu. Kemudian perusahaan aplikasi bekerjasama dengan badan usaha. Setelah itu kendaraan yang akan menggunakan aplikasi online, harus didaftarkan, sehingga bisa diawasi dilapangan.

”Kalau diikuti, maka tidak ada masalah. Berapa yang mendapat izin? Itu harus didaftarkan,” jelasnya.

Menurutnya, selama kendaraan online mendapat izin, pihaknya tidak akan menindak. Namun jika tidak, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk bertindak. ”Sekarang kita bisa lakukan test case. Kalau ada yang sudah mendapat ijin dan kuota, bisa jalan. Jika tidak, aparat kepolisian melakukan penertiban,” tegasnya.

Baca Juga :  Baloi Kolam Jadi Ikon Baru

Untuk angkutan berbasis online yang ditertibkan aparat kepolisian, akan ditampung Dishub Batam, jika dititipkan ke pihaknya. ”Jadi sepanjang aparat kepolisian melakukan penertian dan dititip di Dishub, maka kami akan menerima titipan,” imbuh Yusfa.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan Kepri, Jamhur Ismail meminta pelaku usaha angkutan online, untuk memahami aturan terkait angkutan khusus. Taksi online dan konvensional diminta untuk tahu posisi masing-masing, sehingga tidak terjadi bentrok. ”Kalau tidak disepakati 300 unit menunggu hasil survei, jadi kuotanya tunggu Juni. Karena Juni baru selesai survey,” tegasnya.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here