Dishub Kota Tidak Lagi Layani KIR

0
313
Sopir angkot saat menunggu penumpang di sub terminal di Jalan Merdeka atau di Kawasan Kota Lama Kota Tanjungpinang. f-andri/tanjungpinang pos

Tanjungpinang Kehilangan PAD Rp400 Juta

Sudah dua bulan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang tidak lagi melayani pengujian kendaraan bermotor atau disebut KIR.

TANJUNGPINANG – Alat pengujian kendaraan bermotor yang dimiliki Dishub sudah pada rusak parah.

Akibatnya Dishub bakal kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari KIR, Rp400 juta per tahunnya. Karena, seperti tahun sebelumnya, PAD dari KIR untuk Pemko Rp400 juta per tahunnya. Sekarang, bagi masyarakat yang mau melakukan KIR, Dishub hanya bisa mengeluarkan surat pengantar KIR. Pemilik kendaraan diarahkan untuk KIR ke kantor Dishub Kota Batam. PAD KIR tersebut untuk Kota Batam.

”Sudah dua bulan belakangan ini, kita tidak melayani KIR lagi,” kata Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (21/9).

Kata Bambang, dengan adanya instruksi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bagi Dishub di kabupaten/kota se-Indonesia, tidak boleh lagi melakukan pengujian kendaraan bermotor dengan cara manual. Sedangkan yang dimiliki Dishub Tanjungpinang masih manual. Sudah manual rusak pula.

Pemerintah juga melarang melakukan KIR bagi Dishub yang belum memiliki alat pengujian kendaraan bermotor bersertifikat. ”Ya, mau tak mau kita kehilangan PAD dari KIR,” tegas Bambang.

Kata Bambang, ia tidak mau mengajukan perbaikan maupun ganti alat pengujian kendaraan bermotor ke Kemenhub. Alasannya, masih ada beberapa daerah khususnya Dishub yang tidak memiliki alat pengujian kendaraan bermotor serta sudah rusak.

Oleh karena itu, pihaknya hanya mengeluarkan surat rekomendasi kepada sopir angkutan umum, yang ingin melakukan KIR kendaraannya. Surat rekomendasi yang dikeluarkan Dishub Kota Tanjungpinang ditujukan ke Dishub Kota Batam. Pasalnya, hanya di Kota Batam yang memiliki alat pengujian kendaraan bermotor yang lengkap.

”Kita kasih surat rekomendasi saja. Pemilik kendaraan yang KIR ke Batam,” ucap dia.

Sambung dia, dengan kondisi seperti, dirinya mengaku, Dishub Kota Tanjungpinang sudah tidak bisa menyumbangkan hasil KIR ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Tanjungpinang.

Karena pihaknya sudah tidak bisa melakukan KIR kendaraan milik masyarakat Kota Tanjungpinang.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here