Dishub Tutup Kantor Grab dan Gojek

0
3719
Disegel: Tim gabungan Pemko Batam menyegel Kantor Grab dan Gojek di Batam, Selasa (3/10). f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Ratusan petugas dari tim eksekusi Pemko Batam melakukan penutupan kantor taksi dan ojek online, Grab Indonesia dan Gojek, Selasa (3/10).

Penutupan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni kawasan Pelita dan Batamcenter. Penyegelan kantor tersebut dilakukan lantaran tidak memiliki izin yang sah untuk beroperasi.

Tim yang terdiri dari Dinas Perhubungan Batam, Dinas Pendapatan, Satpol PP itu melakukan penutupan kantor transportasi online dengan dibantu aparat kepolisian.

Saat penutupan terhadap kantor Gojek dilakukan, sempat ada reaksi dari pengojek online mitra Gojek. Mereka memprotes penutupan itu.  ”Jangan tutup pak. Kalau ada kerjaan di Batam, kami juga tak mau tukang ojek. Udah dipecat kerja, ojek juga ditutup,” cetus seorang pria yang menggunakan jaket Gojek.

Namun kemudian temannya menimpali dan minta agar pria itu diam. Alasannya, walau kantor Gojek ditutup, mereka tetap beroperasi. ”Udah, tenang aja. Yang ditutup kantor aja. Aplikasi tetap jalan,” cetusnya.

Selain itu, ada seorang pria yang mengaku sebagai kuasa hukum Gojek, meminta surat sita atau penyegelan. Namun tim eksekusi meminta surat kuasa hukum.

Karena pria itu tidak bisa menunjukkannya, tim tetap melakukan penyegelan. ”Segel. Ini sudah keputusan,” tegas petugas dari Dinas PTSP Batam, Noviandra.

Usai penyegelan kantor Gojek di kawasan Pelita, tim kemudian bergerak ke kantor Grab di Batam Center. Saat akan dilakukan penyegelan, perwakilan manajemen Grab meminta surat tugas penyegelan.

”Tapi mohon maaf pak. Bisa minta surat tugas. Jadi memastikan ini memang dari pemerintah. Selain itu, ini kan bukan gedung kami. Jadi mohon dimaklumi,” kata Davit, perwakilan Grab yang berjaga di sana.

Setelah menunjukkan surat tugas, penyegelan dilakukan di lantai II. Namun pihak pengelola gedung sempat mendatangi petugas penyegelan.

Mereka meminta agar lantai dasar tidak disegel, dengan alasan, mempengaruhi citra mereka. Dimana Grab diakui hanya pihak penyewa. Sementara gedung itu bagian dari Sahid Hotel. ”Urusan bapak dengan Grap silahkan. Tapi minta jangan sampai terganggu pelanggan kami. Karena Grab hanya menyewa kantornya per hari,” kata seorang pria yang mengaku dari pihak manajemen hotel yang enggan mengungkap namanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri di lokasi penyegelan mengatakan kalau pihaknya sudah meminta Gojek dan Grab memenuhi ketentuan perundangan. ”Angkutan online kan sudah ada aturan. Permen 26 tahun 2017 sudah mengatur persyaratan harus dipenuhi angkutan online,” tegas Yusfa.

Disebutkan Yusfa, taksi online di Batam belum memiliki izin usaha. Jika tidak, maka bisa berkerjasama dengan usaha yang ada atau berbadan hukum. ”Kami hanya menegakkan aturan. Selama tidak memiliki izin, kita tertibkan,” tegasnya lagi.

Sejak Juni 2017, pihaknya sudah mengeluarkan peringatan. September 2017, Dishub Kepri juga sudah mengeluarkan peringatan.  ”Tapi diabaikan. Dan kita melihat situasi di lapangan, sering gesekan. Seperti penangkapan hingga membalikkan mobil, yang dilakukan orang tertentu, karena dikira taksi online,” ungkap Yusfa.

Karena itu, Yusfa mengakui tindakan mereka dimaksudkan untuk mendorong pengelola taksi mengikuti aturan. Jika tidak, maka akan menimbulkan gejolak dimasyarakat. ”Silahkan urus izin dulu. Kalau sudah dipenuhi akan dipersilahkan beroperasi,” imbaunya.

Walau penutupan kantor Gojek dan Grab dilakukan, namun Yusfa mengakui kalau ojek online hendak beroperasi, tidak dilarang. Alasannya, angkutan roda dua atau ojek belum memiliki aturan hingga saat ini. ”Jadi silahkan saja kalau mau tetap jalan. Baik yang online dan konvensional silahkan karena sama-sama tidak ada ketentuan,” beber Yusfa.

Sementara untuk kantor Uber, Yusfa menyebutkan jika operator transportasi online itu tidak memiliki kantor. Dulu diakui Uber memiliki kantor di Batam Centre. Namun kini Uber tidak memiliki kantor lagi di Batam. ”Kalau aplikasinya masih jalan, itu bukan wewenang kami memblokir aplikasi,” imbuhnya.

Walau tim Pemko melakukan penertiban dan pihak Grab mempersilahkan tim menutup kantornya, namun operator ojek dan taksi online itu mengaku tetap beroperasi. ”Mitra driver tetap seperti biasa. Iya (tetap beroperasi),” kata perwakilan manajemen Grab, Davit singkat.

Pantauan di lapangan, di pintu kantor itu juga ditempeli pemberitahuan larangan jasa transportasi online beroperasi hingga mengurus izin resmi.

Isi pemberitahuan tersebut meliputi:
Dasar penyegelan adalah, UU 3/1982 tentang wajib daftar perusahaan, UU 22/009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Jalan, Permenhub PM/26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan

Kendaraan Bermotor Tidak dalam Trayek.
Memperhatikan, 1. Surat Kadishub Kota Batam tanggal 30 Mei 2017 tentang Menghentikan Sementara Operasional Usaha Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2017, 2. Surat Kadishub Provinsi Kepri tanggal 6 September 2017 tentang Penghentian Operasional dan Mengangkut Penumpang Umum. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here