Dishub Usulkan Anggaran RP 145 Juta

0
603
TERPARKIR: Lima bus bantuan dari Kementerian Perhubungan RI masih terparkir di area uji kir kantor Dishub Kota Tanjungpinanang berada di Jalan Kijang Lama. f-ISTIMEWA

Akhir Tahun Lima Bus Dioperasionalkan

TANJUNGPINANG – Dinas Pehubungan (Dishub) Tanjungpinang merencanakan, November-Desember ini, lima bus bantuan Kemenhub RI, akan dioperasionalkan. Pihaknya mengusulkan anggaran senilai Rp 145 juta di APBD Perubahan 2017.

Kepala Dishub Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto menuturkan, dari anggaran tersebut dipergunakan untuk berbagai biaya. Diantaranya biaya operasional lima bus yang diperkirakan Rp 60 juta untuk dua bulan terakhir yaitu November-Desember.

Mulai dari pengisian Bahan Bakan Minyak (BBM), perawatan, dan biaya sopir dari setiap bus. Kemudian, untuk biaya mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) hingga Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang diperkirakan senilai Rp 45 juta untuk seluruhnya.

Sisanya sekitar, Rp 80 juta akan membuat tangga naik atau turun penumpang ke bus tersebut. Sebab, jarak untuk masuk maupun turun sangat tinggi. ”Tidak mungkin penumpang nanti, main terjun begitu saja dari bus,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (1/11).

Baca Juga :  PKL Ramai di Kota Lama saat Ramadan

Semua kebutuhan lima bus tersebut, kata Bambang, ia sudah mengajukan permohonan anggaran di APBD Perubahan yang belum disahkan sampai kini.
Masih menunggu pembahasan bersama anggota DPRD dan TAPD Pemko Tanjungpinang. ”Mudah-mudahan dikabulkan. Ini harapan kita,” ucap dia.

Selain itu, ia sudah mengusulkan rute yang akan dilalui bus tersebut ke Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah. Ada empat rute, dimulai dari Terminal Sungai Carang menuju ke Senggarang, dari Terminal Sungai Carang menuju ke Dompak, Terminal Sungai Carang ke Jalan Merdeka, dan dari Terminal Sungai Carang menuju ke daerah Batu 5 Atas Tanjungpinang.

Intinya, titik keberangkatan lima bus membawa penumpang dari Terminal Sungai Carang. Kemudian, ia juga mengusulkan tarif yang akan dikenakan penumpang bus kisaran Rp 3 sampai 5 ribu per naik. ”Semua keputusan ada di Pak wali, masih menunggu,” terang dia.

Baca Juga :  Jadi Objek Foto Prewedding

Ia berkeinginan lima bus dioperasikan di tahun 2017. Tujuannya memberikan pelayanan transportasi lebih baik kepada masyarakat dengan model baru yaitu bus. ”Saya berharap usulan kita dapat diterima dan segera direalisasikan,” harap dia. Sebelumnya Anggota DPRD Tanjungpinang, Maskur mengusulkan agar bus itu diperuntukkan bagi pelajar.

Diantaranya di kawasan Senggarang, Dompak, Kota Lama dan Bintancetre.
Ini juga dalam upaya memberikan fasilitas kepada pelajar. ”Memang peruntukkan bus tidak dibunyikan untuk apa, hanya saja saran dari saya demikian,” paparnya.

Sehingga tak mematikan matapencarian angkutan umum. ”Kalau itu diterapkan apakah pemilik angkutan umum setuju, ini juga perlu dibahas kembali,” paparnya.

Jangan sampai nantinya terjadi polemik, apalagi kondisi ekonomi saat ini.
Khwatirnya jika bus itu dioperasionalkan angkutan umum semakin sepi. Terkecuali ada solusi yang mungkin diberikan. ”Kami belum terima informasi mengenai ini, kita harap tidak ada konflik nantinya,” paparnya.

Baca Juga :  Wako Resmikan Sekretariat Forum RT/RW

Harus diakui, kini banyak pemilik angkutan umum yang mengeluh penumpang sedikit, bila ini diterapkan ia yakin akan semakin sepi. Hanya saja, jika sudah dilakukan komunikasi dan semua setuju, maka tidak menjadi persoalan. ”Kita tunggu keputusan dari Pemko seperti apa nantinya,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD lainnya, Simon Awantoko yang menilai, bila diterakan masyarakat umum maka pastikan para pemilik angkutan umum tidak keberatan. ”Kita harap keputusan yang terbaik karena terkait banyak orang,” paparnya.(ANDRI-DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here