Disnaker Minta Bangun BLK

0
725
PELATHAN: Seorang peserta pelatihan di BLK Batam sedang praktik memasang instalasi listrik.F-DOKUMEN/tanjungpinang pos

LINGGA – DINAS Tenaga Kerja Koperasi UKM dan Perindustrian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, meminta Pemerintah Pusat membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Lingga. Kepala Disnaker UKM Perinkop Pemkab Lingga Muzamil Ismail menyampaikan, keberadaan BLK di Lingga sangat dibutuhkan untuk menunjang soft skill masyarakat Lingga.

BLK juga berfungsi untuk membantu mengembangkan keahlian, serta keterampilan bagi masyarakat untuk bisa meningkatkan kesejahteraan. ”Dengan berdirinya BLK akan membuka peluang bagi masyarakat Lingga untuk mendapatkan keterampilan dan dapat bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupi keluarga ke depannya,” kata Muzamil Ismail, saat sosialisasi Program Pelatihan Berbasis Kompetensi di Ruang Pertemuan Hotel One, Dabo Singkep, kemarin.

Baca Juga :  Awe Motori Pembangunan Masjid di Kantor Bupati

Ia menjelaskan, Pemkab Lingga telah menyiapkan lahan di daerah Desa Batu Berdaun untuk merealisasikan keinginan ini. Selain untuk mendapatkan pekerjaan layak dengan keahlian yang diberikan, maka diharapkan nantinya BLK juga memiliki pelatihan keterampilan yang berhubungan dengan potensi yang dimiliki Lingga. ”Dengan begitu masyarakat, Lingga dapat memanfaatkan sendiri potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan,” ucapnya.

Sementara itu, Helmiaty Basri Kepala BBLK Bekasi Kemenaker yang menjadi narasumber kegiatan mengatakan, untuk merealisasikan keinginan memiliki BLK. Pemkab Lingga harus mengusulkan langsung ke Kemenaker.

Baca Juga :  Ribuan Orang Ramaikan Pawai Taaruf STQ Lingga

Usulan tersebut, harus memiliki dasar yang pasti. Agar bisa meyakinkan Kemenaker, bahwa di Lingga layak dibangun BLH. ”Banyak yang harus disiapkan untuk membangun BLH di daerah. Kondisi geografis dan tenaga pelatih yang mendukung kegiatan harus disiapkan,” jelas Helmiaty.

Dalam sosialisasi kegiatan Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetwnsi ini, Helmiaty Basri dan Hedy Ernanto menjelaskan, tujaun dilakukannya pelatihan kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah mengentaskan angka kemiskinan.

”Para peserta yang ikut pelatihan seluruh biaya ditanggung. Para peserta hanya minta untuk disiplin dan tekun dalam pelatihan hingga keterampilan yang diberikan bisa diserap dengan maksimal,” ucap Hedi Ernanto yang diamini Helmiaty.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here