Disnaker Pentingkan TKA dari pada TKL

0
656
TKA yang ditemukan bekerja di PT GRM Karimun saat sidak Komisi 1 DPRD Karimun.F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

KARIMUN – DPRD Karimun meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun, dan Imigrasi memaksimalkan pengawasan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Perusahaan shipyard dan lainnya.

”Sangat miris, kami melihat TKA bekerja di PT Grace Rich Marine (GRM) di Bukit Tembak, Meral, Karimun. Dimana pekerjaan yang dilakukan TKA menurut kami dapat dilakukan oleh Tenaga Kerja Lokal (TKL) atau orang Karimun tanpa harus memiliki kompetensi atau keahlian tertentu,” kata Rodiansyah, anggota Komisi I DPRD Karimun, Rabu (14/2).

Baca Juga :  Pemkab Tambah Fasilitas RSUD

Menurunya, TKA tersebut telah mendapat Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dari Disnaker dan diketahui Imigrasi Kelas II TB Karimun. Sehingga, para TKA itu terlihat bekerja layaknya buruh kasar di pelabuhan dan usia mereka tidak lagi produktif untuk bekerja.

”Kami menyayangkan, pemberian IMTA kepada TKA yang diduga berasal dari Tiongkok tersebut. Seharusnya, pihak terkait tidak asal memberikan IMTA. Harus melihat pekerjaan yang akan dikerjakan TKA tersebut,” tegas Rodiansyah.

Jika mampu dilakukan tenaga kerja lokal, lanjutnya, sebaiknya permohonan IMTA dapat ditolak. Tujuannya, untuk memberikan kesempatan bekerja kepada tenaga kerja lokal.

Baca Juga :  Puskesmas Belat Butuh Dokter Gigi

Jika hal seperti ini terus dibiarkan, kesempatan tenaga kerja lokal akan sempit bekerja di perusahaan yang masuk ke Karimun. Tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat akan dipanggil pihak terkait untuk menjelaskan persoalan ini.

”Bupati harus memanggil Disnaker dan perusahaan untuk menjelaskan persoalan ini. Jika tidak dipanggil akan menjadi preseden buruk ke depan. Dengan dalih, upah lebih murah,” katanya. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here