Disnakertrans Kepri Ingatkan Keselamatan Tenaga Kerja

0
786
SOSIALISASI SMK3: Kepala Disnakertrans Kepri Tagor Napitupulu menyampaikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja, pada saat sosialisasi SMK3 kepada 50 perwakilan perusahaan di Hotel Comfort, Tanjungpinang, Kamis (28/9) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

PINANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Provinsi Kepri kembali mengingatkan, tentang jaminan keselamatan kerja bagi tenaga kerja di perusahaan swasta. Justru itu, perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaannya.

Hal ini disampaikan kepada perusahaan, karena jaminan keselamatan kerja bagi tenaga kerja itu sudah diatur dalam UU nomor 14/1969, UU nomor 1/1970 tentang keselamatan kerja dan UU nomor 13/2003 tentang ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Kepri Tagor Napitupulu menyampaikan, keselamatan dan kesehatan kerja merupakan syarat dasar yang harus diterapkan sebelum bekerja, dan merupakan hak asasi pekerja. Hal ini, wajib dipenuhi oleh perusahaan.

”Justru itu, perlu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) itu. Tujuannya untuk mengurangi dan menghilangkan risiko kecelakaan kerja, atau zero accident,” jelas Tagor Napitupulu, saat membuka sosialisasi penerapan SMK3 di Hotel Comfort, Tanjungpinang, Kamis (28/9) kemarin.

Keselamatan dan kesehatan kerja, lanjut Tagor Napitupulu, sangat penting bagi perusahaan. Upaya efisiensi perusahaan dalam pengeluaran biaya perlindungan tenaga kerja, akan tercapai jika tidak ada terjadi kecelakaan. Justru itu, Disnakertrans Kepri selaku pemerintah terus mengingatkan perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen K3 itu.

”Kalau penerapan SMK3 ini berjalan baik, tentu lah lingkungan kerja di perusahaan akan baik pula. Peningkatan mutu kehidupan dan produktivitas juga tercapai,” jelasnya.

Seviandi Bakar, Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kepri menyebutkan, kegiatan sosialisasi penerapan SMK3 itu diikuti 50 orang perwakilan perusahaan yang ada di Tanjungpinang. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi jaminan hak dasar setiap pekerja atas keselamatan kerja.

”Berdasarkan data tahun 2016 lalu, tercatat 475 orang pekerja yang mengalami kecelakaan ringan, sedang dan berat, pada saat bekerja. Semoga dengan penerapan SMK3 yang baik, angka kecelakaan kerja pada tahun ini bisa diminimalisir, bahkan tidak ada,” sebut Seviandi.

Kegiatan sosialisasi penerapan SMK3 ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Tenaga Kerja RI dan Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Kepri. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here