Dispar Tolak Ditarget 3,4 Juta Wisman

0
30
Beberapa turis mancanegara menikmati jamuan yang disiapkan di Batam f-ISTIMEWA

BATAM – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri menolak target Kementerian Parawisata wisata mancanegara 2019 sekitar 3,4 juta orang. Dispar Kepri hanya sanggup di angka 2,5 juta jiwa. Untuk mencapai target itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri menyarankan pembentukan Tourist Information Center (TIC).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, Rabu (7/11) mengungkapkan, target itu dicanangkan Kemenpar, karena melihat letak strategis Batam. ”Kita ditargetkan Kemenpar untuk tahun depan, 3,4 juta jiwa wisman. Tapi saya berani 2,1 juta sampai 2,5 juta,” ungkap Buralimar.

Kemenpar diakui melihat Kepri, tanpa promosi, wisman tetap datang. Termaksud Batam yang dinilai, kunjungan wisman secara otomatis selalu tinggi setiap minggu. Katanya, promosi atau tidak, tetap saja datang wisman. ”Tapi saya kurang setuju, tetap harus promosi,” katanya.

Kondisi saat ini diakui, jumlah wisman sampai data yang sudah divalidasi, hingga September 2018, sekitar 1,8 juta jiwa. “Tapi saya yakin, sampai akhir nanti bisa 2,4 juta jiwa,” beber dia.

Buralimar mengakui, saat ini event yang digelar di Kepri, masih lebih banyak mendatangkan wisman yang aktif dalam kegiatan. Sementara untuk menjadi penonton kegiatan, belum banyak. ”Seperti kemarin di KSM, wismannya yang aktif (kegiatan). Yang kita harap penontonnya,” harap Buralimar.

Ke depan, pihaknya akan menggelar acara yang diyakini mendatangkan wisman sebagai penonton. Agenda parawisata Kepri dimaksud, konser dengan mendatangkan artis dari mancanegara. ”Mudah-mudahan disukai orang Singapura. Itu even mendatangkan artis dari luar negeri,” beber dia.

Pada kesempatan itu, Buralimar menyinggung tourist information centre (TIC), yang sebelumnya disinggung Kepala BI Kepri, Lukita. ”Kami kesulitan membangun TIC. Seharusnya komitmen bersama,” imbuh Buralimar.

Gusti sendiri mendorong agar TIC dibangun. Alasannya, saat ini, informasi terkait parawisata Batam dan Kepri, masih terbatas. ”Tidak ada tourist information centre, sebabkan informasi terbatas?” kata Gusti.

TIC disarankan Gusti, disiapkan di daerah Nongsa. Di TIC itu bisa disiapkan UMKM. ”Bisa disalah satu sudut di Nongsa, berisi pengamanan terpadu dan TIC. Dan bisa dibuat UMKM. Jadi sebelum masuk kawasan wisata di Nongsa, belanja dulu di situ,” ujarnya.

BI sendiri diakui, merespon soal parawisata ini, karena pemerintah sedang semangat-semangatnya mendorong pariwisata. Karena pariwisata sektor paling cepat menghasilkan devisa.”Ini penting, pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga, mengalami pelambatan jadi3,74 %. Jika Pariwisata ramai, maka berdampak kepada sektor lain,”ujarnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here