Disperindag Bekali Pelajar Jadi Konsumen Cerdas

0
203
PANITIA foto bersama usai menggelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Konsumen Cerdas SLTA tingkat Provinsi Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (18/9). f-istimewa

TANJUNGPINANG – Perlindungan terhadap konsumen tergolong rendah di Indonesia. Karena itu, perlu pembekalan kepada anak-anak muda agar memahami seperti apa perlindungan kepada konsumen.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemprov Kepri, Burhanuddin mengatakan, mereka menggelar Sosialisasi Pembentukan Kelompok Konsumen Cerdas SLTA tingkat Provinsi Kepri di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (18/9).

Adapun peserta adalah siswa SMAN 3 dan SMAN 4 Tanjungpinang. Kegiatan yang sama juga sudah dilakukan tahun 2017 lalu dengan peserta dari SMAN 1 dan SMAN 2 Tanjungpinang sebanyak 100 orang.

Burhanuddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan membentuk kader generasi masa depan yang sadar dan paham akan perlindungan konsumen sejak dini sehingga edukasi konsumen cerdas ke depannya tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga masyarakat luas khususnya generasi muda.

”Kenapa harus siswa pesertanya, biar sejak dini mereka sudah memiliki pengetahuan. Sehingga ke depan menjadi konsumen yang cerdas. Mereka akan menurunkan pengetahuannya kepada teman dan keluarganya,” ujar Burhanuddin kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Dijelaskannya, untuk mendapatkan berbagai pengetahuan, maka didatangkan empat narasumber dari berbagai unsur yakni dari Kementerian Perdagangan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, BPSK Tanjungpinang, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Tanjungpinang dan Disperindag Pemprov Kepri.

Saat ini, produk barang jadi dari negara tetangga yang telah membanjiri pasar negara dalam negeri. Ini merupakan dampak pasar bebas Asia dan ASEAN yang telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

Kondisi ini pada satu sisi menguntungkan konsumen karena bisa memiliki produk yang sesuai dengan keinginannya. Tetapi di sisi lain mutu produk dan keamanan konsumen belum tentu terjamin.

Murahnya produk tersebut tidak dapat menjamin mutunya dan tidak dapat menjaga keamanan serta keselamatan konsumen.

Letak geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tentu akan berdampak langsung pada pasar bebas tersebut.

Dari segi harga dan kemampuan membeli masyarakat, hal ini sangat menguntungkan produsen. Tetapi garansi serta jaminan kesehatan bagi konsumen belum bisa dipastikan. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here