Disperindag Kepri Setuju Impor Beras

0
552
GUBERNUR H Nurdin Basirun berada ditengah-tengah tumpukan beras Bulog, saat melakukan sidak beras Bulog tahun lalu. F-Ist/humas pemprov kepri

Pemerintah membuka keran impor beras khusus sebanyak 500.000 ton. Langkah itu diharapkan dapat menekan harga beras yang saat ini sedang melonjak tinggi. Termasuk di daerah Kepri.

DOMPAK – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menjelaskan keputusan impor setelah melewati rangkaian operasi pasar hingga pembahasan dengan berbagai pihak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Pemprov Kepri Burhanuddin menjelaskan, tujuannya ekspor beras dalam rangka antisipasi kejolak ekonomi di seluruh daerah termasuk Kepri dimasa mendatang.

”Jadi antisipasi menjelang musim panen akan terjadi rata-rata di bulan Maret. Pemerintah menjaga-jaga untuk stabilitas harga,” jelasnya Minggu (14/1).

Saat ini lanjut Burhanuddin, pemerintah pusat sendiri belum merilis ke seluruh provinsi, berapa kuota yang disiapkan untuk masing-masing daerah.

Karena nanti biasanya, pemerintah pusat akan menghitung berdasarkan, kebutuhan daerah serta jumlah penduduknya. ”Itu nanti biasanya disuplai ke Bulog,” terangnya.

Impor beras ini dilakukan, untuk persiapan dalam jangka waktu sampai lima bulan ke depan. Kalau saat ini, para petani sedang musim tanam, jadi diperkirakan, Maret adalah puncak panen rayanya.

Sebagai infomasi, Kemendag RI mengeluarkan, kebijakan impor beras ini memiliki dasar yang kuat, yaitu melihat kebutuhan masyarakat dan harga beras medium yang naik hingga di kisaran Rp 13.000.

Jenis beras yang diimpor pun adalah beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri, serta berlandaskan pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018.

Nantinya, beras impor dari Thailand dan Vietnam tersebut akan diimpor oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selaku BUMN. Ketentuan dalam Permendag 1/2018 mengatur pihak yang diperbolehkan mengimpor beras adalah BUMN.

Terkahir, Burhanuddin menyampaikan, antisipasi ini juga beriringan dengan langkah pemerintah dalam rangka mengendalikan harga, dengan kehadiran beras premium Rp 8 ribu per Kg. Kalau Kepri di luncurkan di Pekanbaru, Riau.

Jadi katanya, saat ini Bulog sudah melakukan distribusi kebeberapa wilayah, distributor, agen untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran saat ini. ”Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, tak lain untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan kita,” jelasnya.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here