Disperindag Minta Pangkas Waktu Dwelling Time

0
869
CEK sembako: Juramadi Esram (kanan) dan Teguh Susanto (kiri) berdiskusi dengan salah satu distributor beras di kawasan Pasar Baru Tanjungpinang, Kamis (26/1). f-abas/tanjungpinang pos

Baru Bisa Bongkar setelah Dua Pekan 

Tanjungpinang – Distributor sembako di Tanjungpinang, akui kalau waktu tunggu bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time) Batu Enam masih dua minggu.

Hal ini diungkapkan, distributor beras Jaya Mulia, Lina saat berdialog dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Tanjungpinang, Juramadi Esram didampingi Teguh Susanto, kemarin.

”Kalau kapalnya antre bisa dua minggu lebih. Bisa lama lagi kalau hujan,” kata Lina.

Kata dia, makin lama sembako seperti beras berada di pelabuhan, semakin banyak biaya yang mereka keluarkan.

”Kami ambil beras di Jakarta. Ada biaya tambahanlah, kalau lama bongkarnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Mubazir!

Ia berharap, proses bongkar muat sembako di pelabuhan Batu Enam, lebih cepat lagi.

”Antre atau tidak antre, proses bongkar muatnya, harus cepatlah,” tegasnya.

Ahwa, distributor cabai di Tanjungpinang, mengaku ia tak pernah memanfaatkan pelabuhan untuk pengiriman cabai dari luar daerah.

”Kita pakai pesawat dari Yogyakarta ke Batam. Cabai cepat busuk, kalau pakai kapal laut, memang murah tapi lama sampainya,” tegasnya.

Kata dia, per hari ia pasok cabai ke Tanjungpinang mencapai 900 kilogram. Kebutuhan cabai cukup tinggi di Tanjungpinang, capai 1 ton per hari.

Baca Juga :  Panwaslu dan RT/RW Sukseskan Pilwako

Ia juga membeberkan, kenapa cabai di Tanjungpinang sedikit mahal.

”Kalau daerah penghasil seperti Yogyakarta cabai murah. Yang membuat cabai mahal di Tanjungpinang karena biaya transportasinya tinggi,” tegasnya.

Ia membeberkan, biaya pengiriman cabai dari Yogyakarta-Batam, per kilo dikenakan biaya Rp 1.800 per kilo oleh maskapai atau jasa pengiriman. Belum lagi, biaya dari Batam ke Tanjungpinang.

”Itulah penyebab kenapa sembako dan cabai sedikit mahal,” bebernya.

Juramadi Esram, mengatakan hasil tinjau sembako di lapangan dan dialog dengan distributor sembako, Imlek tidak mempengaruhi harga sembako.

”Beda kalalu Lebaran Idul Fitri dan natalan, harga sembako naik,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab dan Pemko Sepakat Kelola Perbatasan

Hasil dialog dengan distributor beras, mereka mengeluhkan lamanya bongkar muat barang di Pelabuhan Batu Enam.

”Katanya kalau kapal antre bisa dua minggu baru mulai bongkar. Ini yang harus dipangkas,” tegasnya.

Ia juga minta kepada pengelola pelabuhan tersebut, untuk memangkas lama bongkar muat jadi cepat.

”Ini harus menjadi perhatian bersama dengan pemerintah, untuk mencari solusinya.” tegasnya. (ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here