Disperindag Nilai Harga Daging Masih Wajar

0
452
PELAYANAN: Pedagang daging sapi segar sedang melayani pembeli. F-ANDRI/TANJUNGPINANGPOS

TANJUNGPINANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdag) Kota Tanjungpinang menilai harga ayam potong dan daging sapi segar naik, masih kategori wajar. Kenaikan dua jenis daging segar ini terjadi di dua pasar tradisional Tanjungpinang. Yakni Pasar Bestari Bintancenter (Bincen) dan Pasar Baru berada di Kota Lama Tanjungpinang.

Saat ini, harga daging sudah mencapai Rp 140 ribu, dari harga awal Rp 135 ribu per kilogram (kg). Artinya, daging sapi segar mengalami kenaikan Rp 5 ribu per kg. Ada perbedaan harga daging ayam di Pasar Baru Kota Lama dengan Bincen. Kisaran seribu sampai Rp 2 ribu per kilonya.

Harga ayam potong di Bincen sekitar Rp 38 ribu. Sedangkan di Pasar Baru Kota Lama Rp 37 ribu. Meski demikian sama-sama mengalami keniakan Rp 5 ribu dari sebelumnya Rp 34 ribu dan Rp 33 ribu per kilo. Kenaikan harga juga sama secara bertahap. Yaitu seribu rupiah per periode kenaikan.

”Kenaikan harga daging sapi dan ayam potong masih batas kewajaran,” kata Kepala Bidang (Kabid) Stabilitas Harga Disperdagin Kota Tanjungpinang, Anik Murtiani kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (4/6).

Menurut Anik, penjual ayam potong dan daging sapi segar di dua pasar tradisional telah memanfaatkan momen bulan puasa hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sebab para penjual ingin membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawannya.

”Jadi tak apalah. Mereka pun naikkan harganya hanya di momen ini saja. Kita dengan penjual kasih torelansi. Intinya, kenaikan harga masih dikategori wajar saja,” ucap dia.

Meskipun sudah mengalami kenaikan harga, Disperdag terus memantau harga di pasar tradisional. Supaya penjual atau pedagang untuk tidak menaikkan harga semena-mena. ”Setiap hari, petugas kita pantau-pantau di pasar,”terang dia.

Kata dia, tak hanya Disperdagin yang melakukan pantauan harga. Tetapi, pihak kepolisian dan TNI juga ikut mengawasi harga kebutuhan pokok yang dijual oleh pedagang di pasar. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pedagang untuk tidak menaikkan harga kebutuhan pokok termasuk daging sapi segar dan ayam potong.

”Selasa nanti, kita akan rapat bersama bidang ekonomi membahas kondisi kebutuhan pokok menjelang lebaran,” sebut dia.

Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimi Betty Wilingsih mengharapkan momen Ramadan dan Idul Fitri jangan ada pihak sengaja menaikkan harga. Kondisi ekonomi ykini sudah lemah dan membuat daya beli masyarakat turun.

”Ini harus diperhatikan Disperindag. Jangan ada kenaikan harga yang disengaja dengan berbagai alasan,” tuturnya.

Apalagi kenaikannya sudah sampai Rp 5 ribu per kilo. Ia khawatir menjelang Lebaran harga daging bisa naik kembali. “Bisa jadi harga daging ayam potong Rp 45 ribuan. Ini harus dicegah sejak sekarang. Jangan wajar-wajar saja,” tambahnya.(ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here