Disperkim Ajukan Anggaran Pagar Taman Batu 10

0
614
RAMAI: Taman Batu10 di kawasan Terminal Sungai Carang Bintan Centre ramai dikunjungi masyarakat. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (Disperkim), Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang mengusulkan pembangunan pagar untuk Taman Batu10 yang terletak di kawasan Bincen.

Diperkirakan anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 200 juta yang akan diplot di APBD Murni 2018 mendatang. Hal ini dikatakan Kepala Disperkim, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Amrialis kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (25/10). Pagar dibangun, dalam upaya mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Misalnya, anak yang sedang bermain atau kejar-kejaran terjatuh drainase besar di kawasan tersebut. ”Ini yang kita tidak mau sampai terjadi. Makanya, kita akan membangun pagar di Taman Batu10,” ucap dia, Rabu (25/10) kemarin.

Ia harapkan, pengajuan pembangunan pagar Taman Batu10 disetujui oleh DPRD Kota Tanjungpinang. Menurutnya, pagar taman salah satu keamanan buat para pengunjung. Sehingga para orangtua saat membawa anaknya bermain di Taman Batu10 tidak khawatir lagi.

Hal ini juga banyak disampaikan para orangtua pengujung. Sekarang, ia yakin, para orangtua pasti memiliki rasa khawatir saat bawa anaknya berkunjung ke Taman Batu10 Tanjungpinang.

”Jadi, saya himbau para orangtua untuk memperhatikan anaknya saat bermain di Taman Batu10. Jangan sampai anak berlari-lari hingga di pinggir parit besar itu,” himbaunya kepada para orangtua yang membawa anaknya bermain di Taman Batu10 Tanjungpinang.

Selain itu, ia juga meminta kepada para pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan. Di kawasan itu sudah tersedia tong sampah. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi pengjung untuk membuang sampah semberangan.

Kemudian, meminta bersama masyarakat menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah. Mulai dari mainan yang disediakan, toilet hingga bangunan lain yang ada di Taman Batu10. ”Buang air besar maupun kecil pada tempatnya. Setelah itu disiram,” paparnya.

Sebelumnya, Kabid PJU dan Taman Disperkim, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri mengatakan, di Taman Batu10 Tanjungpinang tersedia toilet umum. Hanya saja masih dikunci karena alat-alat sering hilang.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan. Hampir setiap hari para petugas selalu menyiram kotoran yang terdapat di dalam toilet tersebut.

Padahal, di dalam toilet tersebut disediakan air bersih. ”Tapi, banyak yang tidak sadar pentingnya menjaga kebersihan. Bahkan barang-barang yang ada di toilet dhilang,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat khususnya pengunjung untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas terdapat di Taman Batu10 termasuk toilet umum.

”Bukan pemerintah atau dinas saja yang merawat atau menjaga taman itu. Tapi, masyarakat juga harus ikut merawat fasilitas di Taman Batu10 Tanjungpinang,” sebut dia.

Pembangunan taman sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, agar di waktu libur dapat membawa keluarga khususnya anak untuk berlibur. Jika taman tidak di rawat tentu membuat pengujung tidak nayaman.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here