Kadispora Jolok APBN Bangun GOR

0
225
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tanjungpinang, Djasman

TANJUNGPINANG – Dinas Kepemuda dan Olahraga (Dispora) Pemko Tanjungpinang menjolok anggaran pusat untuk membangun Gelanggang Olah Raga (GOR) di Tanjungpinang.

Kadispora Tanjungpinang Djasman mengatakan, Kementerian Pemuda dan Olahraga memiliki program membangun 50 unit GOR di kabupaten/kota di Indonesia. Kuota program ini terbatas, maka kabupaten/kota harus rebutan menjoloknya. Syarat utamanya terkait ketersediaan lahannya, jelas dan bersertifikat.

”Program ini diutamakan untuk kabupaten/kota yang belum memiliki GOR,” ujar Djasman kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. Adapun anggaran untuk setiap pembangunan satu GOR Rp15 miliar dengan ukuran yang sama se-Indonesia. Tahun 2019 ini, Kota Batam yang mendapatkannya.

Sebenarnya, kata Djasman, harusnya Tanjungpinang sudah dapat anggaran ini tahun 2018 lalu. Pihak Kemenpora sudah menyetujui proposal permohonan GOR yang diminta Dispora.Persoalannya adalah lahan GOR yang disiapkan di belakang Polsek Tanjungpinang Kota di Senggarang belum bersertifikat.

”Persoalan tahun lalu lahan karena belum bersertifikat. Yang berwenang bagian membantu menyelesaikan sertifikat bagian aset di BPKAD,” bebernya.

Meski gagal, namun Djasman masih terus mencari anggaran yang sama tahun ini. Proposal kembali dimasukkan ke Kemnpora dan lokasi pembangunan juga diganti di belakang Bukit Manuk.

Pemko memiliki lahan 17 hektare di sana dan disinilah rencananya GOR itu akan dibangun. Persoalannya tetap masalah sertifikat. Kali ini, kepala daerah mendesak agar segera diurus sertifikat lahan tersebut. Jangan sampai gagal lagi.

”Kami terus rapat membahas ini, juga bersama pihak kecamatan, bagian aset, BPN termasuk sempadan. Mudah-mudahan secepatnya bisa selesai,” harapnya.

Syarat yang disampaikan pihak Kemenpora yaitu belum memiliki GOR, lahan tersedia minimal 2 hektare dan bersertifikat.
”Persoalan tahun lalu sudah coba kami selesaikan. Diusahakan sertifikatnya atas nama Pemko Tanjungpinang biar bisa dibangun tahun depan,” ungkapnya lagi.

Rencananya, lokasi 17 hektare tersebut akan dijadikan sebagai kawasan olahraga serta beberapa lainnya. Lokasinya bagus dan ada juga lokasi wisata taman di sana. Tujuan pembangunan di sana juga bisa mempercepat perkembangan.Dengan anggaran Rp15 miliar, maka fungsi GOR itu sudah bisa dipakai untuk 7 cabang olahraga (Cabor) indoor.

Djasman mengatakan, saat ini belum ada sarana olahraga yang representatif di Tanjungpinang. Perlu getol ke Kemenpora untuk mendapatkan program tersebut. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here