Ditemukan 800 Ton Beras Tak Layak di Bulog

0
819
Berat Bulogf-net

Disebut Akan Direproses Sebelum Didistribusikan

BATAM – ‎Anggota DPRD Batam dari Komisi II menemukan sekitar 800 ton beras tak layak di gudang Bulog Batuampar, Batam, Rabu (7/3). Beras itu akan diolah ulang, sebelum disalurkan jadi beras murah.

Mereka Sidak itu untuk melihat ketersediaan beras. Namun saat sidak itu, ditemukan kondisi beras yang mengejutkan.

Total beras di gudang Bulog, saat ini 1.186 ton.‎ Dimana, sebanyak 800 ton diakui merupakan beras berkualitas rendah yang akan direproses dan hanya 386 ton yang layak konsumsi.

Beras itu disimpan bulog di gudang, sejak tahun 2016, dan dikemas dalam karung berwana putih. “Ada 800 ton beras yang turun mutu. Ini beras sejak tahun 2016,” ungkap Kepala Gudang Bulog, Sufanto kepada anggota dewan.

Baca Juga :  Siswa SMP Tukul Harus Seberangi Pulau

Hadir pada sidak anggota Komisi II itu, Ida Wati Nusanti, Dandis Sirajaguguk dan Bomen Hutagalung. Sufanto mengataka jika beras yang tidak layak konsumsi itu berasal dari Jawa Tengah. Awalnya, ada 900 ton yang didatangkan dari Jawa Tengah. “Memang ini tidak layak konsumsi, dari segi kualitas, beras berdebu, berkutu serta warnanya menggelap,” sambungnya.

Namun menurutnya, beras itu bisa diperbaiki dengan membersihkan oleh unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB). Menurutnya, mengolah ulang atau reproses itu diperbolehkan. Dimana, dengan reproses itu, beras dinyatakan layak konsumsi. “Itu untuk memperbaiki kualitas beras. Awalnya sekitar 900 ton lebih. Sebagian sudah dibersihkan dan kemasan sudah diganti. Artinya layak konsumsi,” kata dia.

Menurutnya, beras yang sudah didaur ulang atau dibersihkan di gudang Bulog tidak lagi berdebu dan berkutu. Demikian, kualitas warna tetap sama. Sementara untuk beras 800 ton yang disimpan digudang, pihaknya diakui masih menunggu arahan kantor Bulog. “Kalau ada peminat, kita keluarkan, sesuai arahan kantor Bulog. Saya kurang tau seperti apa,” bebernya lagi.

Baca Juga :  Program Sakip Hemat Uang Negara Rp41 Triliun

Mendapati beras dan penjelasan dari kepala gudang itu, anggota Komisi II DPRD Batam, Dandis Rajaguguk mempertanyakan reproses itu. Menurut Dendi, beras itu kalaupun bisa dikonsumsi, namun tidak memiliki unsur-unsur yang seharusnya disumbangkan beras untuk tubuh manusia.

“Kalau dimakan, mungkin buat orang kenyang. Tapi hanya kenyang. Tidak ada lagi seperti karbohidrat, serat dan lainnya,” bebernya.

Selanjutnya, Komisi II diakui, akan melakukan hearing dan memanggil Bulog. Pihaknya akan meminta penjelasan lebih jauh dari Kepala Bulog, untuk keberadaan beras 800 ton itu. “Secepatnya kita panggil, karena kita ingin segera menyikapi soal beras ini,” cetus Dendis.

Baca Juga :  Kemampuan Mahasiswi Baru STAI MU Bikin Kaget Juri

Dendis mengingatkan agar Sufanto menyampaikan ke Bulog, beras itu tidak disalurkan dulu. “Sampaikan ke Kepala Bulog, kondisi beras itu tidak layak. Yang harus disalurkan, harus ada jaminan, layak konsumsi. Ini harus kita sikapi, karena jumlahnya cukup besar,” imbuh Dendis.

Sementara Idawati meminta, kejadian yang sama tidak terulang lagi. Soal stok, pihaknya juga akan menanyakan lebih lanjut ke Bulog dalam RDP. “Harus ada jaminan stok. Ini jangan didistribusikan dulu. Harus ada kejelasan, bagaimana dampak mengkonsumsi walau reproses,” cetus Ida mengingkatkan.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here