Ditemukan Bahan Berbahaya Pada Takjil

0
489
CEK TAKJIL: Rustam bersama dengan pegawai dinas kesehatan lainnya turun ke lapangan cek kesehatan takjil. f- ist.dinkes tanjungpinang

LINGGA – TIM pengawasan makanan dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPP-KB) Kabupaten Lingga temukan beberapa jenis makanan mengandung zat berbahaya pada sejumlah tempat jajanan berbuka puasa di Dabo Singkep.

Kegiatan pengawasan ini bekerjasama dengan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas IA Batam.
Dari pemeriksaan makanan tersebut itu, didapati adanya penggunaan Natrium Benzoat dan zat pemanis buatan pada beberapa jenis jajanan takjil

”Sampelnya sudah dibawa ke Batam. Hasilnya belum kami terima, tetapi kami juga lakukan uji lab beberapa makanan. Sejauh ini, tidak ditemukan zat berbahaya seperti Borak dan Formalin,” ungkap Sri Dewi, Dewi, Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan di DKPP-KB Lingga, kemarin.

Ia menambahkan, beberapa diantaranya menggunakan pemanis buatan dan Natrium Benzoat. Munurutnya, penggunaan zat pemanis buatan dan Natrium Benzoat yang berlebihan, dapat menyebabkan risiko buruk pada kesehatan. Selain pemanis buatan dan Natrium Benzoat, ia mengatakan, makanan hangat yang menggunakan kemasan plastik juga tidak dibenarkan. Misalnya lontong, susu kedelai, bakso dan beberapa jenis makanan lain.

”Soal kemasan juga perlu diperhatikan, lontong tidak dibenarkan pakai plastik. Kemasan itu rentan kana panas. Masyarakat harus memperhatikanlah soal kemasan, dan jika beli bakso jangan mau di bungkus plastik. Es batu juga harus air yang sudah dimasak,” tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih makanan untuk di konsumsi saat berbuka. Terkait kegiatan pengawasan makanan tersebut, lanjut Sri, tim masih akan melanjutkan sidak di beberapa titik lainnya, termasuk lokasi jajanan takjil di Daik.

”Kami belum turun ke semua lokasi, baru sebatas Pasar Dabo dan sekitarnya. Pekan depan kami lanjutkan lagi. Sebenarnya, kegiatan pengawasan ini rutin tidak hanya saat bulan Ramadan saja. Biasanya tiga bulan sekali,” tutupnya.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here