Ditertibkan Kades, Tambang Ilegal Malah Marak di Pengujan

0
1390
LORI pengangkut pasir ilegal beroperasi di Desa Pengujan, Telukbintan, Rabu kemarin.f-jendaras/tanjungpinang pos

TELUKBINTAN – Selain Galang Batang, aksi penambangan pasir ilegal dengan menggunakan mesin sedot kembali marak, di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Meski sudah pernah ditertibkan pemerintah desa dan kepolisian pada tahun 2018 lalu, pelaku tambang pasir darat tanpa izin ini kembali beroperasi.

Dari pantauan Tanjungpinang Pos di lapangan, aktivitas tambang pasir tersebut berada di wilayah yang cukup di pelosok. Pasir yang diangkut, kemudian dibawa menggunakan lori ke arah Lagoi.

Zulfitri, Kepala Desa Pengujan yang dikonfirmasi aktivitas tersebut membenarkannya. Bahkan sepekan lalu, pihaknya sudah melakukan penghentian aktivitas tambang pasir ilegal tersebut.

Baca Juga :  Pertahankan Investasi, SBSI Harap Tak Ada PHK Lagi

”Senin pekan lalu, saya dapat laporan. Kemudian saya surati kecamatan. Tidak itu saja, saya laporkan ke Satpol PP Bintan, dan bersama pihak desa turun ke lokasi. Eh tapi sehari usai dilakukan penertiban itu, aktivitas tambang kembali jalan,” sebutnya, Rabu (4/9).

Dikatakannya, untuk menghentikan secara hukum, memang tidak ada desa memiliki wewenang. Pihaknya juga berharap pihak penegak hukum dan penegak Perda, dapat turun tangan menghentikan tambang ini.

”Kami pihak desa jelas tidak setuju aktivitas tambang ini. Masyarakat juga menolak dan meminta kami menghentikan. Tapi, kami juga tidak ada kuasa menghentikan,” ucapnya.

Baca Juga :  Jalan Bergelombang Dikeluhkan Warga

Ia mengatakan, selain ilegal, tambang pasir juga merusak lingkungan dan merusak jalan yang dilalui.

Sebelumnya, aktivitas tambang ilegal terjadi di kawasan Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang. Pelaku menambang pasir untuk dijual kepada cukong. Namun sampai saat ini, belum ada penertiban dari pihak yang berwenang. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here