Ditnarkoba Diperintahkan Pantau Beras Impor

0
643
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah meninjau salah satu unit mobil canggih untuk Ditnarkoba.f-istimewa/polda kepri

BATAM – Aparat Polda Kepri mendapat penghargaan setelah berhasil mengungkap kasus perjudian gelanggang permainan, three kongdom. Penghargaan itu dirasakan istimewa, karena pengungkapan judi itu dilakukan Ditresnarkoba. Dengan penghargaan itu, diharapkan anggota difungsi yang lain dapat lebih meningkatkan kinerja. Termaksud agar aparat Polda memantau beras impor.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Kepri, Senin (22/1) oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi. Didid menyampaikan apresiasi kepada personil Polda Kepri khususnya anggota Ditresnarkoba yang telah berhasil mengungkap kasus perjudian jenis gelanggang permainan.

”Harus ditingkatkan ke depan. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, terus tingkatkan kapasitas dan kapabilitas saudara, agar menjadi Polri menjadi agen–agen perubahan,” pesan Didik.

Kapolda juga minta agar sesama anggota membangun kekompakan, kebanggaan dan kecintaaan kepada institusi, melalui komitmen dan semangat kebersamaan. Sehingga, tidak mudah terpengaruh oleh berbagai dinamika yang dapat mengganggu soliditas organisasi.

Baca Juga :  BP Ingatkan Investor Plastik Jaga Lingkungan

”Saat ini sedang berkembang isu tentang impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam memenuhi kebutuhan beras nasional. Saya perintahkan pantau situasi di lapangan agar tidak dimanfaatkan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan impor beras secara illegal,” imbaunya.

Sementara, aparat yang menerima penghargaan, jumlahnya 21 orang. Selain Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto, ada Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Arthur Sitindaon dan lainnya.

Menurut Kabid Humas Polda Kepri Erlangga , Gelper yang digrebek Polda yakni di Three Kingdom, di Gedung Olahraga Sebelah SPBU Baloi Kel. Batu Selicin Lubuk Baja Kota Batam. Polisi mengamankan mesin Gelper. Polisi juga mengamankan tersangak SY sebagai penanggungjawab tempat usaha. Ada juga kasir hadiah, perempuan berinisial VA alias SA dan perempuan sebagai wasit kunci berinisial TW.

Baca Juga :  Kemendag Tolak Impor Sembako

Selain itu, ada EF alias WI sebagai Koordinator Pengawas, ED penampung hadiah handphone, PFT sebagai penampung hadiah handphone, SA yang diduka sebagai penukar hadiah handphone ke uang tunai bersama SU. HS yang diduga sebagai calo yang membantu menukar hadiah HP ke uanng tunai dan seorang pemain YT.

Modusnya, YT bermain di mesin dora. Kemudian setelah selesai, YT meminta wasit TY untuk melakukan cancel di mesin tersebut dengan jumlah kredit sebanyak 5.000.

Dari tersangka diamankan mesin dora (Lucky Duck), fotocopy Surat Tanda Daftar Usaha Pariwisata, uang sejumlah Rp 56,37 juta, uang 1ribu Dolar Singapura, buah buku catatan, 103 bungkus koin, 200 unit handphone berbagai merk yang bertuliskan angka 100.

Baca Juga :  BP Dorong UMKM Berbasis Pariwisata

Buku daftar hadir anggota calo, invoice kosong, bukti setoran wasit, laptop, bundel deposit bulanan, recorder CCTV, mesin hitung uang warna putih, brankas, 86 unit handphone yang disiapkan untuk kemenangan pemain. Uang Rp17 juta dan Rp73 juta ?bersama 69 unit handphone berbagai merk hasil penukaran dari CS Seluler, dan lainnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here