Dituduh Bermain Mata, LPSE Gelar Uji Forensik

0
418
MENJELASKAN: Asisten II Pemkab Anambas Masykur (tengah) bersama pihak LPSE Anambas ketika memberi penjelasan kepada media terkait PT Barata Jaya Perkasa. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Pihak Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mengungkapkan bukti hasil uji forensik terhadap file milik PT Barata Jaya Perkasa pada proses pelelangan pembangunan puskesmas di Jemaja Timur. Sebelumnya, pihak PT Barata Jaya Perkasa menuding kepada pihak LPSE bermain mata saat dengan rekanan lain saat pelelangan yang dilakukan seorang pegawai LPSE.

Nilai proyek pembangunan puskesmas yang dilelang tersebut senilai Rp 8,1 miliar. Penyebabnya, file milik PT Barata Jaya Perkasa tidak dapat dibuka oleh pihak LPSE saat proses lelang. Asisten II Pemkab Anambas Dr Masykur ST MM mengatakan, Kelompok Kerja (Pokja) sudah sampaikan permintaan kepada LPSE untuk lakukan uji forensik.

Setelah itu diteruskan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan barang jasa Pemerintah (LKPP), yang sudah disampaikan ke lembaga sandi negara. ”Hasilnya sesuai surat LKPP yang berkedudukan di Jakarta nomor 7403/D-II.3/07/2017, file tersebut tidak berhasil di deskripsi oleh Help desk LKPP dengan APENDO versi 3.1 untuk dilakukan uji forensik,” kata Masykur saat menggelar konferensi pers, kemarin.

Masykur menguraikan, lembaga sandi negara sudah memberi penjelasan dan recovery penawaran PT Barata Jaya Perkasa -2023365.rhs. ”Kesimpulannya, Apendo panitia tidak dapat melakukan proses deskripsi. Kegagalan proses deskripsi itu, karena file RHS mengalami kerusakan (corrupt, red),” terangnya.

Lanjutnya, surat uji forensik sudah disampaikan kepada Pokja dinas terkait serta kejaksaan. Karena paket itu masuk pendampingan oleh Tim TP4D. Menurut Masykur, persoalan seperti ini sudah terjadi tahun 2014 silam dengan perusahaan yang sama. Masykur menegaskan tuduhan yang disampaikan kepada LPSE dari pihak PT Barata Jaya Perkasa keliru. Karena LPSE bukan menentukan proses lelang. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here