DLH Dorong Pengembangan UKM Lewat Bank Sampah

0
727
KEPALA DLH Bintan Aprizal Bahar bersama Kabid Penanganan Sampah dan Limbah B3 Asri mengecek dokumen pengalihan aset bank sampah dengan Camat Bintim Rusli, kemarin.F-YENDI/TANJUNGPINANG POS

KIJANG – Pemkab Bintan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong masyarakat, untuk mengembangkan badan usaha UKM dan koperasi lewat pengelolaan bank sampah. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, pengelolaan bank sampah yang sudah berbentuk UKM bisa diberikan bantuan oleh pemerintah.

Seperti di Kota Batam, saat ini terdapat 140-an unit pengelolaan bank sampah masyarakat yang di bawah usaha koperasi. Dari pengelolaan bank sampah tersebut, kelompok masyarakat mendapatkan penghasilan uang. Baik dari hasil penjualan sampah non-organik dari pemilahan limbah keluarga, penjualan kompos, sampai dengan daur ulang sampah menjadi barang kreatif.

Nah, di Kabupaten Bintan, saat ini sudah terdapat 20-an kelompok masyarakat yang mengelola sampah. Jumlah itu sudah termasuk pengelolaan bank sampah di sekolah Adiwiyata.

Baca Juga :  Pelayanan Listrik, Kampung Baru Masih 6 Jam

”Sekarang, DLH Bintan memberikan bantuan atau pengalihan aset bank sampah kepada masyarakat Tekojo Kijang Kota dan warga Seilekop, di Kecamatan Bintan Timur. Di Bintan Timur saja, ada 11 bank sampah yang dikelola warga,” sebut Aprizal Bahar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, di sela pengalihan aset bank sampah kepada Camat Bintan Timur, Selasa (11/12) kemarin.

Aprizal Bahar menjelaskan, Pemkab Bintan melalui DLH membangun sarana bank sampah ini, bertujuan untuk mendorong masyarakat, agar lebih mengenal tentang sampah. Barang bekas atau limbah rumah tangga, di masa sekarang justru bisa memberikan penghasilan atau manfaat ekonomi, sekaligus berintegrasi dengan gerakan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace) dari pemerintah pusat.

Baca Juga :  Ekspor Bauksit Diberi Waktu Lima Tahun

Melalui pengelolaan bank sampah, lanjutnya, akan terbangun lingkungan hijau, sehat dan bersih. Tapi lebih dari itu, sampah bisa menghasilkan pendapatan keluarga sampah organik, bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan non-organik seperti plastik dan jenis lainnya bisa dijual kepada pengumpul. Atau, bisa diolah lagi menjadi produk kreatif.

”Usaha ini juga bisa dijalankan oleh BUMDes atau kelompok masyarakat di kelurahan. Sampah bisa mendatangkan uang, menciptakan lingkungan bersih, dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan usaha kerajina dari BUMDes,” jelas Aprizal Bahar.

Baca Juga :  Status Lahan BSPS Bisa Menggunakan Surat Desa

Asri selaku Kabid Penanganan Sampah dan Limbah B3 DLH Bintan menambahkan, pemerintah pusat mendorong agar masyarakat pengelola bank sampah lebih meningkatkan usahanya. Bahkan, pengelolaan bank sampah bisa dibentuk dalam badan usaha UKM atau koperasi.

”Kalau sudah terbentuk UKM atau semacam koperasi, bisa diberi bantuan,” terangnya. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here