DLH Klaim Aktivitas PT III Sesuai IUP

0
576
LORI angkut pasir saat berada di lokasi tambang pasir yang berada di dekat Pantai Tanjung Kruing, Desa Marok Kecil.F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga cek lokasi penambangan pasir PT Indo Inter Interaco (III). Dari hasil peninjauan penambangan pasir, sudah sesuai dengan peta pada Izin Usaha Pertambangan (IUP).

LINGGA – Setelah dilakukan pengecekan di lokasi tambang dengan mengunakan GPS, ditemukan fakta aktivitas penambangan pasir sesuai dengan peta dalam IUP yang dikeluarkan Dinas Pertambangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.

”Agar tidak terjadi informasi yang simpang siur, DLH Lingga telah melakukan peninjauan ke lapangan terhadap aktivitas pertambangan pasir PT III. Dalam perhitungan GPS letak lokasi sesuai dengan IUP yakni di atas 200 meter dari bibir pantai,” kata Junaidi Adjam, Kepala DLH Lingga usai melakukan tinjauan lapangan, Rabu (10/1).

Baca Juga :  Kelulusan Siswa SMP Berdasarkan Tugas

Junaidi menjelaskan, untuk lokasi camp dan parkir alat berat perusahaan memang terletak tidak jauh dari bibir pantai. Namun, hal ini tidak menjadi areal pertambangan yang dilakukan pihak PT III.

”Mereka (pihak perusahaan) hanya melakukan pertambangan di lokasi yang disebutkan dalam IUP. Untuk lokasi camp pekerja dan parkir kenderaan tidak termasuk IUP,” sebutnya.

Selain itu ia mengunggkapkan, untuk jalan yang dibuka sebagai penunjang kegiatan pertambangan merupakan jalan masyarakat yang dilebarkan pihak perusahaan.

Meski terletak tidak jauh dari bibir pantai, tidak ada persoalan bagi perusahaan untuk mempergunakannya. ”Perusahaan hanya diminta untuk melengkapi dokumen, terhadap pelebaran jalan untuk mendukung aktivitas tambang,” kata Junaidi.

Baca Juga :  Bupati Perintahkan Camat Sukseskan PTSL-BPN

Junaidi membantah, bahwa telah terjadi kerusakan bakau akibat pelebadan jalan yang hampir di bibir pantai tersebut. Hal ini dikarenakan, bahwa pihak perusahaan hanya melakukan pelebaran jalan dari jalan setapak yang digunakan masyarakat.

”Pihak perusahaan hanya memperlebar, dan tanpa ada menyebabkan kerusakan bakau. Kami sudah minta perusahaan untuk melengkapi dokumen terkait pelebaran jalan yang dilakukan,” imbuh Junaidi.

Pantauan lapangan, pelebaran jalan yang dilakukan perusahan terletak sekitar 30 meter dari bibir pantai. Pelebaran jalan yang dilakuka tersebut, juga tidak sampai pada pemukiman penduduk.

Baca Juga :  Investor Mulai Lirik Budidaya Teripang

”Kalau untuk kepemilikan masyarakat sekitar 3-4 kilo. Harus menebas hutan dulu baru bisa sampai ke pemuikman,” kata salah seorang pekerja kepada Tanjungpinang Pos saat berkunjung ke lokasi pertambangan pasir PT III.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here