Dokter Gelapkan Dana Transfusi Darah

0
936
TINJAU RSUD: Wali Kota Batam Rudi saat meninjau RSUD Embung Fatimah Batuaji-Batam, belum lama ini. f-istimewa/humas pemko batam

Pegawai RSUD Batam Bawa Kabur Uang Rp 1,2 Miliar

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam mengungkapkan, sekitar Rp 1,2 miliar dana transfusi darah digelapkan seorang dokter berstatus PNS di RSUD Embung Fatimah, Batam.

BATAM – Diduga, pelakunya sudah melarikan diri ke Padang. Sementara penggelapan dana itu sebenarnya sudah dilaporkan ke Polresta Barelang, November 2016 lalu. Hanya saja, dinilai belum ada perkembangan atas kasus itu.

Kasus penggelapan dana transfusi darah ini juga baru terungkap ke media, Senin (12/6). Dari informasi yang diterima wartawan, oknum PNS RSUD yang dilaporkan ke Polresta Barelang itu berprofesi sebagai dokter. Namanya Ferdinan. Ketua PMI Batam Sri Soedarsono, sebagaimana disampaikan Humas PMI Batam, Yandri, pihaknya akan menemui Kapolres untuk menanyakan perkembangan kasus yang mereka laporkan.

Baca Juga :  Raja Ariza Buka O2SN Kota Tanjungpinang

”Kita akan ke Polres lagi, karena belum ada perkembangan sejak kita laporkan November 2016,” kata Yandri. Diceritakan Yandri, penggelapan dana itu terungkap setelah ada kecurigaan PMI atas tagihan biaya yang tidak disetorkan ke PMI. Seharusnya pelaku menyetorkan tagihan biaya dari PMI.

”Dia yang menjabat di bidang itu dulu. Tapi biaya ke PMI tidak diserahkan. Setelah itu kita lapor polisi, tapi pelaku kabur,” ceritanya. Menurut Yandri, dari informasi pihak kepolisian kepada mereka, yang bersangkutan sudah masuk DPO. Pelaku diduga saat ini sedang di Sumatera Barat.

”Kita sempat mendapat informasi soal tersangka. Dia terdeteksi di Sumatera Barat,” sambungnya. Dijelaskannya, selain melapor ke Polres, pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan kasus itu ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batam. BKD juga disebut sudah membentuk tim untuk memproses status kepegawaian tersangka.

Baca Juga :  Harga Mahal, Dijual ke Bangka

”Kalau di BKD, sudah diproses, karena bukti sudah kita serahkan. Tapi belum tahu keputusannya,” kata dia. Mengetahui informasi itu, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Musofa meminta ada tindakan yang dilakukan Pemko Batam. Diminta agar Pemko mengaudit RSUD. Dan diminta Pemko Batam ikut mencari keberadaan tersangka.

”Itu darah warga yang biasa menggelar donor darah. Darah itu sangat dibutuhkan masyarakat. Uang itu harus dipertanggungjawabkan pelaku,” tegasnya. Musofa juga mempertanyakan, tersangka yang melarikan diri, sementara sudah jadi tersangka. Diharapkan dan dia optimis, aparat kepolisian akan segera mendapatkan keberadaan tersangka dan membawa ke proses hukum.

Baca Juga :  Ngabuburit, Trabas Jajal Alam Bintan

”Kalau ada penyelesaian secara kekeluargaan, silahkan. Tapi kalau melarikan diri, berarti tidak bisa kekeluargaan lagi,” imbuhnya. Di pihak lain, Kabag Humas dan Protokol Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, Pemko Batam menyerakan penanganan kasus itu ke pihak kepolisian. Sementara untuk hak tersangka sebagai PNS, sudah tidak diberikan.

”Gaji sudah diputus. Status kepegawaiannya yang masih dibahas di BKD Kota Batam,” ujar Ardi. Sebelumnya, mantan Direktur RSUD Embung Fatimah Batuaji Batam Fadilah sudah ditetapkan jadi tersangka atas kasus dugaan korupsi.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here