Dokter Penerima Beasiswa Jangan Pindah Kerja!

0
677
FOTO BERSAMA: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Wako Batam Rudi foto bersama usai pelantikan pengurus IDI Kepri di Batam, Minggu (8/10). f-martua/tanjungpinang pos

Gubernur Lantik Pengurus IDI Kepri

BATAM – Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun meminta agar dokter-dokter penerima beasiswa dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kepri jangan pindah dan justru bertugas di daerah lain.

Para dokter itu diharapkan mengabdikan dirinya di daerah yang sudah memberikan beasiswa, sehingga manfaat dari penggunaan APBD dapat dirasakan masyarakat juga.

Imbauan itu disampaikan Gubernur Minggu (8/10) saat pelantikan pengurus IkatanDokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepri periode 2017-2020 di Batam. Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Batam, HM Rudi, Sekjen PB IDI Mahesa dan Ketua IDI Kepri yang baru dilantik, Dr Rusdani.

Nurdin menegaskan, pihaknya berupaya dengan kemampuan yang ada memberikan yang terbaik untuk dokter. ”Setelah diberi bantuan (beasiswa) untuk pendidikan spesialis, minta jangan pindah (daerah),” imbau Nurdin.

Baca Juga :  Cari Alasan Agar Bisa Impor Beras

Diakuinya, pemerintah di Kepri mendukung penguatan pengetahuan dokter di Kepri. Tidak hanya melalui pendidikan, namun juga peralatan.
Pihak rumah sakit pemerintah di Kepri terus melengkapi peralatan. Hanya saja, untuk Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoperasikan alat, tidak cukup.

”Tapi kadang SDM tidak cukup. Maka pemerintah kabupaten/kota mau membantu pendidikan spesialis,” sambungnya.

Diakui Nurdin, seluruh bupati/wali kota di Kepri punya keinginan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Termasuk kepada para dokter. Sehingga jika ada permasalahan, dapat dibicarakan dengan pemerintah.

”Peran bapak/ibu selama ini sudah baik. Itu sangat penting, karena pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar dan mutlak,” ujar Nurdin.

Baca Juga :  Ramadan, PLN Pastikan Pasokan Listrik Andal

Sehingga, pihaknya ingin agar pelayanan yang dilakukan maksimal. Pelayanan yang profesional, sesuai keinginan masyarakat. Sehingga harapan bisa terwujud.

Dalam hal ini, organisasi profesi dokter seperti IDI, bisa dimaksimalkan fungsinya dan menjadi tempat dokter bertukar pikiran. ”Karena keterlupaan karena keterbatasan kami, bapak/ibu, jangan merajuk. Tidak boleh gitu. Kita ini bicara dari hati-hati,” pesannya.

Pesan itu disampaikan merujuk aksi mogok yang digelar dokter di RSUD Embung Fatimah beberapa waktu lalu, terkait tunjangan kinerja yang belum dibayarkan.

”Kami juga akan berusaha memberikan yang terbaik. Jangan menghentikan pelayanan. Sumpah bapak/ibu ada. Saling mengingatkan. Kami meminta bantuan untuk pelayanan yang baik bagi kesehatan masyarakat,” imbau Nurdin.

Sementara Ketua IDI Kepri, Dr Rusdani mengatakan, mereka menerima masukan dari Nurdin untuk perbaikan pelayanan. Dari segi organisasi IDI, pihaknya terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Dua Kurir Narkoba Tunggu Giliran Ditembak

Pihaknya mendorong peningkatan pelayanan melalui ilmu teknologi, terutama yang di luar Batam. Baik di Lingga, Natuna, Anambas, Karimun dan lainnya.

”Kita buat link websitus untuk update informasi teknologi kesehatan. Jadi walau tugas di Natuna, Anambas, Karimun dan lain, tetap update,” jelasnya.

”Termasuk untuk memperpanjang izin dokter, kita bantu. Kita juga jembatani dokter dan pemerintah agar tidak ada lagi demo,” imbuh Rusdani. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here