Dokumen Akreditasi UMRAH 2018 Lengkap

0
766
Wakil Rektor I UMRAH, Prof Rayandra Asyhar di ruang kerjanya. f-istimewa

DOMPAK – Kampus UMRAH Tanjungpinang kembali mengirimkan dokumen akreditasi kampus itu ke BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi). Tim AIPT UMRAH yang diketuai Prof.Dr.rer.nat Rayandra Asyhar, M.Si yang juga menjabat Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UMRAH menyebutkan, dokumen itu telah lengkap.

”UMRAH telah mengirimkan dokumen akreditasi dan evaluasi untuk keperluan akreditasi. Kini borang itu dinyatakan lengkap, oleh BAN PT tertanggal 23 Februari 2018. Dalam waktu dekat, tim assessor BAN PT akan datang untuk melakukan verifikasi dan asesmen lapangan,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan bagaimana prediksi hasil akreditasi UMRAH, Profesor Kimia Lingkungan jebolan Technische Universitaet Jerman tahun 2002 ini menjawab penilaian oleh assessor BAN PT sangat ditentukan oleh konsistensi data dan kelengkapan dokumen pendukung.

Ia menjelaskan, akreditasi institusi perguruan tinggi adalah proses penilaian terhadap institusi secara keseluruhan untuk mengetahui komitmen institusi terhadap penyelenggaraan akademik dan manajemen institusi.

Akreditasi dilakukan oleh BAN-PT terhadap semua perguruan tinggi di Indonesia termasuk Tanjungpinang. Evaluasi terhadap mutu kinerja institusi perguruan tinggi dilakukan melalui assessment terhadap borang akreditasi, dan laporan evaluasi institusi perguruan tinggi oleh tim assessor yang terdiri atas berbagai keahlian baik dalam bidang akademik maupun bidang manajemen.

Evaluasi diri merupakan upaya institusi perguruan tinggi untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja dan melalui pengkajian dan analisis yang dilakukan oleh institusi perguruan tinggi sendiri.

Pengkajian dan analisis itu dapat dilaksanakan, dengan memanfaatkan pakar dari luar perguruan tinggi. Sehingga evaluasi-diri dapat dilaksanakan secara objektif, dan hasil evaluasi diri digunakan untuk memperbaiki mutu kinerja dan produk institusi perguruan tinggi.

Semua perguruan tinggi diakreditasi secara berkala, sesuai dengan siklus penjaminan mutu. Maka dari itu, kegiatan akreditasi dimulai dengan evaluasi diri oleh institusi itu sendiri. Tim assessor melakukan assessment kecukupan terhadap borang, dan laporan evaluasi yang disusun oleh institusi perguruan tinggi dan dilanjutkan dengan assessment lapangan.

Prof Rayandra Asyhar menyebutkan, penyusunan Borang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi dilakukan sesuai dengan konsep dan falsafah. Hal itu yang melandasi layanan akademik dan profesional perguruan tinggi serta manajemen perguruan tinggi. ”Setidaknya terdapat empat ciri-ciri penyusunan Borang AIPT, yaitu; pertama, institusi perguruan tinggi menyusun dokumen institusi secara komprehensif dan terintegrasi yang menggambarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan,” kata Prof Rayandra, kemarin.

Rayandra mengungkapkan, dengan menggunakan pendekatan analisis, assessment, dan evaluasi yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, mendalam (in-depth), komprehensif dan menyeluruh (holistik), dinamik. Hal itu dasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, etika, nilai-nilai dan norma akademik serta mengungkapkan kesesuaian antara rencana kerja dan atau penyelenggaraan program institusi dengan visi dan misi institusi.

Selain itu, juga mengungkapkan interaksi antara standar dan eleman penilaian dan keterkaitannya dengan misi dan tujuan institusi yang dicanangkan. Sedangkan untuk penyusunan borang oleh institusi perguruan tinggi dilakukan melalui tahap-tahap. Tahapan itu diantaranya mengumpulkan data dan informasi, menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan, mendeskripsikan elemen penilaian dalam tujuh standar yang ditetapkan serta menyiapkan bukti pendukung sebagai lampiran borang dengan mengunakan tabel-tabel, gambar, grafik, atau cara penyajian lain yang memberikan gambaran tentang kondisi institusi sampai saat ini. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here