Dolar Naik, Pengusaha Tempe Menjerit

0
530
SEORANG pedagang tahu dan tempe di Pasar Meral, Karimun saat menunggu pembeli. F-ALRION/TANJUNGPINANG POS

Pengusaha tahu dan tempe di Karimun kini mulai kewalahan, akibat dampak kenaikan nilai tukar mata uang Dolar AS terhadap rupiah. Tingginya nilai tukar Dolar AS juga berdampak pada kenaikan harga bahan baku kedelai, yang kini mulai melonjak tinggi dari harga sebelumnya.

KARIMUN – Sebelumnya, harga kacang kedelai per karung dengan berat 50 Kg Rp360 ribu naik menjadi Rp425 ribu per karung.

”Kami membeli kacang kedelai, yang mana harganya tergantung dengan dolar AS. Kalau harga dolar AS naik, maka dolar Singapura juga ikut naik dan harga jual ke pengusaha pun menjadi naik,” kata Mbak Yu, pedagang tahu dan tempe di Pasar Meral, Karimun, Selasa (11/9).

Kenaikan ini, membuat ukuran tempe yang dijual di pasar harus dikurangi karena jika harus memilih menaikkan harga khawatir tidak laku.

Ia menambahkan, guna menghindari kerugian maka pengusaha harus mengurangi produksi tahu dan tempe. Sehingga penjualan tetap bisa jalan, dengan untung tidak seperti sebelumnya. Dengan harapan mampu bertahan dan tidak mengalami kerugian, sudah cukup bagi pengusaha.

Mbak Yu meminta peran Pemerintah, mencoba mencari solusi keluhan pengusaha kecil menengah seperti mereka. Pengusaha pun berharap, bahan baku dengan harga lebih murah dan mudah didapat.

Keluhan pengusaha tahu tempe sudah berlangsung sejak 2 tahun terakhir, tetapi yang paling terkena imbas adalah tahun ini seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS.

Ia pun memperlihatkan, ukuran tempe yang dijual dua buah seharga Rp5 ribu. Terlihat, ukuran lebih kecil dari sebelumnya. ”Jika tidak dikurangi, maka pengusaha akan rugi dan usaha pun bisa gulung tikar,” jelas dia.

Saat ini, komoditi lainnya belum diketahui apakah ada kenaikan atau tidak. Para pengusaha tempe dan tahu juga berharap, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS terus stabil. Sebab, jika harga kedelai melambung tinggi tentunya akan mempengaruhi skala produksi bagi pengusaha tahu dan tempe.

Selain itu, harga produksi yang tinggi juga akan mempengaruhi daya beli dipasaran karena harga tempe dan tahu juga mengalami kenaikan.

”Jika harga tempe dan tahu sudah mahal, tentunya pembeli tidak akan membeli dalam jumlah banyak. Pastinya, akan dipertimbangkan membelinya,” sebut Ani, konsumen. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here