Dompak bukan Istana Kota Piring!

0
1086
DAERAH PINGGIRAN: Infrastruktur pemukiman warga yang tinggal di daerah pinggiran di Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang sangat terbatas. f-suhardi/tanjungpinang pos

Nama Kawasan Kantor Gubernur Jadi Perdebatan

Nama Istana Kota Piring yang merupakan nama bersejarah, kini ada di dua lokasi. Satu di Pulau Biram Dewa Kecamatan Tanjungpinang Timur dan satu lagi di Pulau Dompak, Bukit Bestari.

TANJUNGPINANG – PENINGGALAN sejarah istana tersebut kini membingungkan, lantaran nama itu juga dipakai di Dompak yang notabene bukan kawasan sejarah dulu. Jika kita pergi ke Dompak melalui Jembatan 1 Dompak depan Ramayana Mal, maka setibanya di ujung jembatan akan terlihat jelas landmark bertuliskan ‘Selamat Datang di Istana Kota Piring’. Sementara nama ini belum lekang dari istana bersejarah di Pulau Biram Dewa Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dan nama ini pun tidak pernah diganti.

Di media sosial, masyarakat mulai memperdebatkan nama ini. Kenapa Istana Kota Piring juga ada di Dompak yang dalam catatannya baru dibangun beberapa tahun setelah provinsi ini dimekarkan. Ketua Umum Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepri (BP3KR) Huzrin Hood, menyampaikan, tidak tepat kalau Pulau Dompak disebut sebagai Istana Kota Piring, mengingat sejarah tentang nama tersebut sudah ada di wilayah Tanjungpinang sampai saat ini. ”Saya nanti akan sarankan ke Pak Gubernur. Sebelum persoalan ini berlarut-larut, alangkah baiknya, segera direvisi, diubah dengan nama lainnya,” ujar Huzrin kepada Tanjungpinang Pos, di Masjid Raya Pulau Dompak, Jumat (11/8) kemarin.

Sebetulnya, kata dia, Istana Kota Piring itu ada tempat sendiri dan bersejarah serta tak boleh dikembarkan. Kata dia, Pulau Dompak itu mungkin bisa saja namanya Bandar Praja Perdana. ”Memang waktu almarhum HM Sani membuatnya tanpa konsultasi, langsung dibuat dia. Tidak ada persetujuan lainnya, saya pikir itu bisa boleh saja direvisi,” terangnya.

Huzrin tak menampik bahwa masalah penamaan tempat di wilayah Pulau Dompak yang sudah ada sampai saat ini belum sepenuhnya mutlak dan disetujui oleh kebanyakan tokoh adat, masyarakat pada umumnya.  ”Semuanya masih pembicaraan di lingkungan sejarawan dan tokoh-tokoh,” tambahnya. Huzrin menyarankan, Gubernur dalam hal ini bisa melakukan sayembara jika hal itu sangat diperlukan. ”Kalau perlu nanti disayembarakan untuk penamaannya,” timpal dia.

Atas Kesepakatan Bersama
Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, H Abdul Razak meminta masyarakat untuk tidak salah mengartikan tentang penamaan Istana Kota Piring Pulau Dompak.
Ia menceritakan, pertama masalah nama Jembatan Dompak ke depan akan disebut namanya Jembatan HM Sani. Sedangkan untuk masalah nama Istana Kota Piring, justru tidak seperti yang dipersepsikan masyarakat pada umumnya. Kemudian untuk penamaan Istana Kota Piring di Dompak, kalau memang itu benar adanya dibuat, maka Pemprov sudah keliru. Artinya bisa saja mereka salah menulis.

Jadi keputusan rapat antara Pemprov dengan LAM, staf ahli gubernur dan beberapa tokoh sejarawan Kepri belum lama ini, namanya adalah Kawasan Pemerintahan Istana Kota Piring.
Jadi nama itu, menyangkut semua perkantoran yang terdapat di kawasan tersebut. termasuk DPRD. Oleh karena itu, pertimbangan LAM dan peserta rapat, sudah menyetujui nama tersebut yakni Kawasan Pemerintahan Istana Kota Piring. ”Jadi kita harus pakai Kawasan Pemerintahan, bukan Istana Kota Piring,” tambahnya. ”Kalau Istana Kota Piring bisa menimbulkan penafsiran yang macam-macam,” timpalnya.

Menurut Abdul Razak, nama tersebut sepakat diangkat kembali dan ditetapkan dari hasil keputusan rapat bersama. Hal ini dalam rangka membangkitkan kembali nama Istana Kota Piring tersebut. Maka dibuat lah nama itu di Dompak. Namun penyebutannya harus mencantumkan kawasan pemerintahan lalu diikuti nama Istana Kota Piring. ”Dalam rapat itu, kita sepakat ngambil nama Istana Kota Piring itu jangan sampai hilang,” terangnya.

Sebelumnya, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pemprov Kepri Abu Bakar mengatakan, sudah merencanakan untuk menyelaraskan nama Kota Piring tersebut. Dirinya sudah berencana akan menghiasi dinding di sepanjang jalan Masjid Agung Pulau Dompak itu dengan ribuan piring persis di bawah landmark tulisan Istana Kota Piring tersebut. Rencana itu bahkan, sedang digambarkan dalam sebuah Detailed Engineering Design (DED) yang saat ini ia buat. Harapannya, dengan banyak arsitektur yang dibuat, maka Pulau Dompak akan semakin sering dikunjungi dan ada ikon wisata yang bisa membuat para pengunjung betah untuk datang kembali ke Tanjungpinang. ”Rencananya sedang kita rancang,” ujar Abu singkat.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here